Sebuah Fakta Part 3

Bab 3 : Ok, aku akan membantumu!

Ariesya makan sendirian di kosnya, ia sudah pulang dari kosnya Rista. Ia tak mau mengganggu sahabatnya itu yg memilih hari minggu sekarang dengan bekerja. Ariesya mengirim sms pada Rista menanyakan apa sahabatnya ini belum makan. Ting... balasan dari Rista  “sudah, Sya. Kamu juga udah makan?” Ariesya mengirim balasannya, ting.. sms dari Rista lagi. “ya sudah, jangan banyak pikiran lagi ya” Ariesya mengangguk membaca sms dari Rista.

“hei, Sya...”

Ariesya menoleh kepemilik suara tersebut, ternyata Bianca yg tiba-tiba muncul entah dari mana & sekarang duduk diatas ranjangnya.

“ahkkk...lagi-lagi kamu... kupikir udah gak muncul lagi, kan udah aku bilang aku gak sanggup” Ariesya melotot pada Bianca, untuk kesekian kalinya dia udah gak kaget lagi dengan kemunculan Bianca yg menampakkan dirinya sesuka hatinya.

“Sya aku benar-benar mohon sama kamu, tolong bantu aku Sya”
Ariesya tak bergeming, sebenarnya ia kasihan melihat hantu Bianca, tapi apa orang akan percaya begitu saja? Rista sahabatnya sendiri saja tak percaya.

“pokoknya aku gak mau, titik.jangan ganggu aku, dan kamu hari ini sudah sukses bikin aku gak nafsu makan”
Ariesya mengambil makanannya dan membuangnya kekotak sampah dekat kamar mandi. Kemudian ia mengambil kursi dan merapatkannya kemeja dan membuka laptopnya, browsing internet. Diliriknya ranjang tempat Bianca duduk tadi, dia sudah gak ada. Hmm baguslah kalau begitu,semoga dia gak ganggu lagi  pikirnya.
“mbak.....”
Lagi-lagi suara ini, pikir Ariesya. Iapun menoleh ketempat ranjangnya,tapi gak ada Bianca disana.

“mbak...aku disampingmu”
Ariesya menoleh kesampingnya ternyata benar, Bianca sudah duduk diatas mejanya. Ariesya tak menggubrisnya ia langsung berdiri mengambil laptopnya dan membawanya keatas ranjangnya. Iapun pura-pura asyik browsing internet, sengaja ia bersikap cuek begitu agar hantu cantik yg duduk dimejanya itu kapok.
      Sedangkan Bianca memperhatikan gerak-gerik Ariesya sedari tadi ia tahu Ariesya bersikap cuek begitu agar ia tak mengganggunya. Tapi pada siapa lagi ia meminta tolong, orang lain tak melihatnya. Sedangkan gadis mungil didepannya yg biasa-biasa aja ini... well kalau ia didandani iapun bisa cantik seperti gadis lainnya, tapi ia memilih berpakaian serba biasa-biasa aja, inilah kelebihan yg dimiliki oleh gadis ini, yg tak pernah disadarinya, batin Bianca. Bianca tersenyum sendiri, ia takkan menyerah. Tadi ia sengaja memanggil Ariesya dengan sebutan mbak dengan ciri khasnya, ia tahu Ariesya tak suka dipanggil begitu olehnya.

“mbaaaaak....”

Ariesya langsung menoleh kesampingnya kearah suara yg akhir-akhir ini bikin dia pusing plus agak ngeri-ngeri sedikit. Dilihatnya Bianca yg tiba-tiba sudah duduk disampingnya. Ariesya tetap diam, ia sudah bertekad tak akan menggubris hantu cantik disampingnya itu.

“mbak...Risya” Bianca terus menggoda Ariesya.

“mbak...aku takkan menyerah sebelum mbak mau membantuku, waktuku tak banyak”
Bianca kali ini tidur didepan Ariesya. Ahkkkk kali ini Ariesya benar-benar menyerah, ia langsung menutup laptopnya dan memandang Bianca lekat-lekat.
“jadi...kalau aku membantumu kau takkan menggangguku lag?Janji?”

“janji” jawab Bianca berbinar-binar.

“tapi Sya, waktuku hanya dikasih oleh Yang Maha Pencipta 3 bulan, kau tau, sebenarnya ajalku belum sampai tapi karena aku sudah gak bisa ketubuhku lagi maka aku gentayangan menunggu sisa waktuku”

“3 bulan??, apa cukup untuk mengumpulkan bukti? Setahuku kasus kamu ini adalah pembunuhan Bianca”

“iya 3 bulan, semoga saja cukup. Tapi yg paling penting adalah kakak kembarku dalam bahaya sekarang ini. Makanya aku menyuruh kamu untuk memberitahunya”

“apa? Gimana mau memberitahukan kejadiannya kalau aku sendiri saja gak kenal sama dia”

“iya aku tahu...makanya aku akan menceritakannya padamu....”
                                   ******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar