Ariesya makan
sendirian di kosnya, ia sudah pulang dari kosnya Rista. Ia tak mau mengganggu
sahabatnya itu yg memilih hari minggu sekarang dengan bekerja. Ariesya mengirim
sms pada Rista menanyakan apa sahabatnya ini belum makan. Ting... balasan dari
Rista “sudah, Sya. Kamu juga udah makan?” Ariesya mengirim balasannya,
ting.. sms dari Rista lagi. “ya sudah,
jangan banyak pikiran lagi ya” Ariesya mengangguk membaca sms dari Rista.
“hei, Sya...”
Ariesya menoleh
kepemilik suara tersebut, ternyata Bianca yg tiba-tiba muncul entah dari mana
& sekarang duduk diatas ranjangnya.
“ahkkk...lagi-lagi
kamu... kupikir udah gak muncul lagi, kan udah aku bilang aku gak sanggup”
Ariesya melotot pada Bianca, untuk kesekian kalinya dia udah gak kaget lagi
dengan kemunculan Bianca yg menampakkan dirinya sesuka hatinya.
“Sya aku benar-benar
mohon sama kamu, tolong bantu aku Sya”
Ariesya tak bergeming,
sebenarnya ia kasihan melihat hantu Bianca, tapi apa orang akan percaya begitu
saja? Rista sahabatnya sendiri saja tak percaya.
“pokoknya aku gak mau,
titik.jangan ganggu aku, dan kamu hari ini sudah sukses bikin aku gak nafsu
makan”
Ariesya mengambil
makanannya dan membuangnya kekotak sampah dekat kamar mandi. Kemudian ia
mengambil kursi dan merapatkannya kemeja dan membuka laptopnya, browsing
internet. Diliriknya ranjang tempat Bianca duduk tadi, dia sudah gak ada. Hmm
baguslah kalau begitu,semoga dia gak ganggu lagi pikirnya.
“mbak.....”
Lagi-lagi suara ini,
pikir Ariesya. Iapun menoleh ketempat ranjangnya,tapi gak ada Bianca disana.
“mbak...aku
disampingmu”
Ariesya menoleh
kesampingnya ternyata benar, Bianca sudah duduk diatas mejanya. Ariesya tak
menggubrisnya ia langsung berdiri mengambil laptopnya dan membawanya keatas
ranjangnya. Iapun pura-pura asyik browsing internet, sengaja ia bersikap cuek
begitu agar hantu cantik yg duduk dimejanya itu kapok.
Sedangkan Bianca memperhatikan
gerak-gerik Ariesya sedari tadi ia tahu Ariesya bersikap cuek begitu agar ia
tak mengganggunya. Tapi pada siapa lagi ia meminta tolong, orang lain tak
melihatnya. Sedangkan gadis mungil didepannya yg biasa-biasa aja ini... well
kalau ia didandani iapun bisa cantik seperti gadis lainnya, tapi ia memilih
berpakaian serba biasa-biasa aja, inilah kelebihan yg dimiliki oleh gadis ini,
yg tak pernah disadarinya, batin Bianca. Bianca tersenyum sendiri, ia takkan menyerah.
Tadi ia sengaja memanggil Ariesya dengan sebutan mbak dengan ciri khasnya, ia
tahu Ariesya tak suka dipanggil begitu olehnya.
“mbaaaaak....”
Ariesya langsung
menoleh kesampingnya kearah suara yg akhir-akhir ini bikin dia pusing plus agak
ngeri-ngeri sedikit. Dilihatnya Bianca yg tiba-tiba sudah duduk disampingnya.
Ariesya tetap diam, ia sudah bertekad tak akan menggubris hantu cantik
disampingnya itu.
“mbak...Risya” Bianca
terus menggoda Ariesya.
“mbak...aku takkan
menyerah sebelum mbak mau membantuku, waktuku tak banyak”
Bianca kali ini tidur
didepan Ariesya. Ahkkkk kali ini Ariesya benar-benar menyerah, ia langsung
menutup laptopnya dan memandang Bianca lekat-lekat.
“jadi...kalau aku
membantumu kau takkan menggangguku lag?Janji?”
“janji” jawab Bianca
berbinar-binar.
“tapi Sya, waktuku
hanya dikasih oleh Yang Maha Pencipta 3 bulan, kau tau, sebenarnya ajalku belum
sampai tapi karena aku sudah gak bisa ketubuhku lagi maka aku gentayangan
menunggu sisa waktuku”
“3 bulan??, apa cukup
untuk mengumpulkan bukti? Setahuku kasus kamu ini adalah pembunuhan Bianca”
“iya 3 bulan, semoga
saja cukup. Tapi yg paling penting adalah kakak kembarku dalam bahaya sekarang
ini. Makanya aku menyuruh kamu untuk memberitahunya”
“apa? Gimana mau
memberitahukan kejadiannya kalau aku sendiri saja gak kenal sama dia”
“iya aku
tahu...makanya aku akan menceritakannya padamu....”
******