“asyik...!”Fred &
Miu meloncat kegirangan,mrk langsung naik kemobil.
“tp,kita jalan2 ketaman
aja yach!”kata Fred & Miu lagi.Reo hanya mengangguk & memutar arah
mobilnya ketaman.
“maafkan aku yach Reo,hbs gara2 adikku
kita batal jalan2 berdua”.
“tdk apa2,kamu jg sich tdk
bilang kalau punya adik yg lucu2”kami saling tersenyum,Reo memarkir mobilnya
& kamipun mulai menyusuri jalan ditaman.
“kak Fred mau
cokelat”rengek Fred.Duh susahnya mengajak anak kecil,pikirku.”halo,Fred,Miu!”kamipun
langsung menoleh kearah pemilik suara tsb.
“kyaaa kak Rui!”adikku
langsung kegirangan melihat Rei datang.
“kalian ingin cokelat
kan?”tanya Rei lagi,Fred & Miu langsung mengangguk.
“eh Chizu,siapa cowok
yg disebelah itu?”Rei menunjuk Reo yg disebelahku.Aku langsung memperkenalkan
Rei pada Reo.
“Rui,ini Reo teman
sekolahku!”kataku,Wah kalau berdekatan seperti ini mrk makin tampan aja.Tapi
semakin di perhatikan mereka tampak...
“ha...ha...ha...,hebat
kamu Rei,jd selama ini nama samaran kamu itu Rui ya!”kata Reo,Rui hanya tertawa.Aku
jd bingung ternyata Reo tau identitas Rei.
“tunggu,kalian ini
bikin aku bingung aja.Sebenarnya ada hubungan apa kalian berdua ini?”
“kami ini sebenarnya
saudara sepupu”.jawab Rei santai.
“ha?saudara sepupu?”jadi
selama ini 2 cowok idolaku ini adalah saudara sepupu.Aku jd bangga,krn bisa
sekaligus bisa mendekati 2 cowok keren
ini(belum tentu cewek lain bisa seberuntung aku,misalnya mrk Cuma kenal Reo tp
tdk kenal Rei,atau sebaliknya.Tapi aku malah kenal dua-duanya.Duh beruntungnya
aku)aku senyum2 sendiri.
“untuk merayakan
pertemuan ini,bagaimana kalau kita makan direstoran seberang itu”Reo menunjuk
sebuah restoran didepan taman bermain,kamipun menyetujui.
“asyik!”kata Fred &
Miu kegirangan.Saat tiba direstoran Rei tiba2 berkata.
“Reo pacaran sama Chizu
yach?”aku tersedak makanan mendengar Rei berkata seperti itu,kemudian aku
menggeleng diikuti Reo.
“sebenarnya aku suka sama Chizu,tapi Chizu
menolak cintaku”kata Reo yg juga membuatku kaget.
“kasihan sekali,coba
kalau aku yg nembak,pasti diterima”Rei mencibir.
“mau taruhan!” iujar
Reo lagi,yg membuat bertambahku kaget.
“boleh”lanjut Rei
bersemangat.
“stop,aku tak mau jadi
bahan taruhan!”kataku marah.Aku ingin meninggalkan mrk tp mrk langsung
mencegahku,akupun duduk kembali.
“sorry,loh kok
marah.kami tadi itu Cuma bercanda”kata Reo.
“habis...!kalian serius
sekali”.
“iya,cuma bercanda,maklum aku & Reo udah
lama gak ketemu”.
“oh...kirain
benaran!”kataku.Kami pun tersenyum,kulihat Fred & Miu tampak lahap
menyantap makanan yg ada dimeja,tiba2 Miu berseru.
“kak Chizu,Miu lebih
suka kak Chizu sama kak Rei”aku jd terbatuk2 mendengar Miu.Rei hanya
tersenyum,aku melirik Reo,tampaknya dia biasa2 aja.
“memangnya,Miu gak suka
kalau kak Chizu sama kak Reo?”tanya Reo.
“kalau aku sukanya kak
Chizu sama kak Reo”Fred ikut berkata,mrk tampak akrab sekali,bercanda &
tertawa bersama.Tapi hanya aku yg tdk bisa tenang.
“diam,kalian semua!”aku
membentak mrk,habis dr tadi bahan pembicaraan mrk itu adalah aku,aku jd kesal.
“kenapa Chizu?”tanya Rei
& Reo,mereka sepertinya pura2 tidak tau.
“huh,pura2 tdk tau?dr
tadi kalian itu ngomong apa hah?”marahku mulai mereda,aku jd sedikit bangga
karena diperebutkan oleh 2 cowok keren.Akupun tersenyum,aku sebenarnya gak suka
marah.Tapi bila ditunjukan kalau aku senang,jd kesannya tdk enak,seolah-olah
aku benar2 suka sama keduanya(sebenarnya aku memang suka hi,hi,hi...)
“loh tadi marah,ini jd senyum!”komentar
Rei.Aku jd diam habis ketauan.
“jangan2 kamu sakit
Chizu?”tanya Reo.Aku cepat2 menggeleng.Tiba2 Rei berdiri didepanku meraba
keningku.Aku jd kaget & langsung menghindar.
“kyaaa!apa-apaan kamu
Rei!”kataku grogi.Aku tdk bisa menyembunyikan kegugupanku.Mungkin Rei tau,makanya
setelah melihatku Rei jd tertawa.
“Chizu,jangan takut,aku gak ngapain kamu
kok.Aku tadi cuma khawatir aja lihat kamu”terang Rei.
“oh...!”kataku
singkat.Kupikir Rei akan berbuat sesuatu tapi ternyata Rei hanya khawatir &
dia sangat perhatian sekali padaku.
“kak Chizu,Miu mau
pulang”rengek Miu yang mengagetkan lamunanku.Aku melihat arlojiku,memang sudah
waktunya kami pulang.Aku lalu mengajak Fred & Miu pulang.
“eh Chizu,maafkan aku
yach.Aku tidak bisa mengantarkan kalian pulang,habis aku ada janji”kata Reo.
“tak apa2 kok,aku
senang bisa makan bersama-sama dengan kalian berdua”aku coba meyakinkan Reo.
“kalau Reo tidak bisa
mengantar,gimana kalau aku yang antarkamu”tawar Rei.Aki ingin menolak tawaran
Rei,dia sdh terlalu banyak menolongku,kulihat Reo jg sdh pergi.
“Fred,Miu!mau gak kakak
antar pulang?”tanya Rei,dia berkata begitu karena drtd tidak ada jawaban dr
ku.Miu & Fred melompat kegirangan.Aku hanya mengalah,habis mereka anak
kecil,terpaksa aku ikut naik mobil Rei.
***
Siang ini tersa panas
sekali,sinar matahari begitu menyengat kulit membuat orang jd malas untuk pergi
kemana2,aku berkipas2 sambil menunggui toko.
“hei Chizu,lagi ngapain?”tanya
Rei dari belakang yg membuatku kaget.
“eh Rei!”aku menoleh”lagi
nungguin pembeli,kamu sendiri lagi ngapain?”aku balik bertanya.
“aku ingin lihat kamu”
“Rei!”aku jadi gugup.
“ah,bercanda!aku ingin beli
kue”kata Rei lagi,aku hanya mengangguk.Kemudian mangambil kue
dibelakang,sebenarnya aku berharap kata2 Rei itu serius.Tapi dia hanya
bercanda,walaupun dia selalu bercanda & menggodaku,aku selalu serius
menanggapi kata2nya meskipun bagi Rei dia hanya main2.Mungkin inikah yg
dinamakan cinta?aku jd kaget sendiri dgn pikiranku.Aku terlalu jauh memikirkan
Rei”tidak Chizu,kamu tidak boleh jatuh cinta sama Rei.Rei itu seorang artis
sedangkan kamu sendiri siapa?”batinku mencoba mengingatkanku.yach benar aku tidak boleh jatuh cinta,apalagi kalau Rei
tidak mencintaiku,aku hanya akan patah hati.Aku sudah bertekad untuk tidak
mencintai siapa2,termasuk Reo yg sudah menembakku.Tapiii...bolehkah aku
bermimpi sejenak?& apa salahnya bila aku mencintai seorang artis?aku
bertanya2 dalam hati.
“Chizu?”tiba2 Rei
mengagetkanku untuk yg kedua kalinya.
“ya?”jawabku singkat.
“aku pesan kue Black
Forrest,bukan pesan burger”ralat Rei.Aku melihat kebungkusan kue tersebut.Ya
ampun!ternyata Rei benar,aku jd sangat malu.
“maaf Rei”aku nyengir kearah Rei,duh malunya aku
pikirku.
“kamu lagi ngelamunin apa sich?”tanya
Rei penasaran.
“gak ada yg dilamunin kok”kilahku.
“Chizu aku ada urusan
sebentar,aku pergi dulu yach”Rei cepat2 pergi meninggalkanku.
“tunggu dulu Rei,kuenya mau
diapain?”tanyaku,Rei langsung memberikan kartu namanya padaku.
“nich,aku kasih alamatku,kuenya
antar saja kerumahku nanti sore”.setelah menjelaskan Rei langsung pergi.Aku
melihat kartu namanya,ternyata Rei tinggal di apartemen.Tepat pukul 04.30,aku pamit
kepada bosku untuk mengantarkan pesanan Rei sekalian pulang kerumah.Aku
berhenti tepat didepan lobi apartemen,aku melihat lagi kartu nama Rei.Apartemen
Rei terletak di lantai 5 no 242,wah tinggi sekali pikirku.Tanpa menunggu waktu
lagi,aku langsung naik elevator menuju kamar Rei.Apakah Rei ada dirumah?mungkin
dia lagi syuting pikirku.Tidak berapa lama elevator berhenti,akupun keluar.Aku
mulai mencari nomor kamar Rei.Setelah menyusuri satu persatu kamar,akhirnya aku
menemukan kamarnya.Aku mengetuk pintu,tetapi tidak ada jawaban.Kuketuk sekali
lag,masih tidak ada jawaban.Tiba2 tanpa sengaja,aku membuka pintu ternyata
tidak dikunci,aku memanggil Rei.
“Rei?kamu ada didalam kan?boleh
aku masuk?”aku langsung masuk tanpa disuruh Rei.Ketika aku sudah didalam,aku
melihat pintu kamar terbuka,mungkin Rei ada disana.Aku terkejut saat melihat
Rei,dia sangat pucat sekali & terbaring lemah di atas ranjang.
“Rei kamu kenapa?”kataku
cemas,aku mendekati Rei.Saat kuraba keningnya panas sekali.
“Rei kamu sakit,badanmu
panas sekali”aku menatap Rei.”Rei,aku panggilkan dokter,tunggu disini yach!”aku
beranjak dr tempat tidur,tetapi dia menahan tanganku.
“tidak usah Chizu,udah
biasa sakit kayak gini”kata Rei lemah.
“apa?udah biasa?”kataku marah,Rei
hanya mengangguk.
“tidak bisa Rei,kamu harus
diobati,nanti sakitmu tambah parah!”kataku mendekati Rei & berdiri
didepannya.
“Chizu!aku tidak
apa2,malah aku pernah sakit yg panasnya lebih tinggi dr ini”kata Rei.
“ha?”aku kaget & hanya
bisa geleng2 kepala.
“oke,kalau kamu gak mau
aku panggilin dokter!tp izinkan aku untuk merawatmu”kataku bersungguh2.Rei
hanya tersenyum,aku mulai mengambil baskom & mengisinya dgn air hangat.Kemudian
aku mengambil handuk kecil & mengompreskannya kekening Rei.Aku pamit
sebentar untuk membeli obat diapotik,selang beberapa menit aku telah kembali
kekamar Rei.Aku menyuruhnya meminum obat,ketika aku melihat jam weker dikamar
Rei,ternyata telah menunjukkan pukul 19.00 wib.Aku pun pulang,sebelum pergi aku
mengingatkan Rei agar jangan terlalu banyak bergerak nanti sakitnya tambah
parah.
“ingat Rei!kamu hrs sembuh
besok,terus kuenya dimakan yach.!”
Rei hanya mengangguk,aku
menutup pintu kamar Rei & pulang kerumah.Saat tiba dirumah,ibu bertanya
kepadaku.Ibu sangat khawatir sekali karena aku pulang terlambat.Terpaksa aku
bohong kepada ibu,aku mengatakan kalau aku pergi ke rumah Nanami untuk belajar
bersama.Aku merasa bersalah kepada ibu karena telah berbohong.Saat ibuku sedang
menidurkan Miu & Fred,aku mendekatinya.Aku mengatakan kalau diriku telah
berbohong,sebenarnya aku tidak pergi kerumah Nanami melainkan kerumah Rei.Aku
menceritakan kalau Rui itu adalah Rei Maatsura seorang artis dan sekarang ia
sedang sakit.Ibu hanya tersenyum & merasa senang karena aku telah berkata
jujur.Akupun meminta maaf kepada beliau,dengan ikhlas ibupun memaafkanku.Tanpa
sadar aku menangis,aku bangga kepada ibu.Ibu selalu memaafkanku tidak peduli
berapa besar kesalahanku & beliau pun selalu ada disaat aku membutuhkannya
serta selalu menghiburku disaat aku bersedih.Ibu adalah seorang wanita yang
tegar,ia membesarkan kami seorang diri & selalu menjaga kami.Diam2 dalam
hatiku aku bertekad ingin menjadi seperti ibu.Setelah hatiku lega,aku pergi
kekamar.Aku menerawang jauh memikirkan Rei.Apakah dia baik2 saja saat aku
pulang kerumah.
***
Aku pergi keapartemen Rei,saat
pulang sekolah.Aku masih mengkhawatirkan Rei.Tidak lupa aku membeli kue,mungkin
Rei belum makan dari tadi.Aku memanggil Rei,kali ini ada jawaban.Ternyata Rei
tidak pergi kemana-mana.
“Rei udah sehat?nich aku
bawain kamu kue”aku meletakkan kue diatas meja.
“wah kebetulan nich aku lagi
lapar”kata Rei senang.Aku tersenyum memperhatikan Rei saat makan,dia sangat
lucu kalau lagi makan.
“Chizu makasih yach yang
kemarin,kalau gak ada kamu mungkin aku belum sehat seperti sekarang ini” lanjut
Rei,aku hanya mengangguk.”dan tentunya aku bisa makan kue bawaanmu”kata Rei
lagi.
“Rei,kamu bisa-bisanya
godain aku!padahal kamu sendiri belum sehat benar”
“iya,iya!Chizu aku sangat
berterima kasih padamu,baru pertama kali ini aku diperhatikan oleh
seseorang”aku kaget mendengarnya.
“memangnya kamu selama ini
tidak diperhatikan oleh seseorang?kamu kan
artis,masak tak ada yg memperhatikan,bukankah kamu bganyak fansnya?ha,ha,ha...”kataku
tertawa,mencoba menghiburnya.Aku berpikir mungkin kali ini Rei bercanda
lagi.Tapi, dugaanku meleset.
“maksudku,diperhatikan itu
sama dengan peduli tauuuu!”kata Rei menjitak kepalaku,aku hanya meringis.
“oh...kirain kamu bercanda
lagi,terus orang tuamu gimana?manajermu juga!”kataku.Tiba2 Rei terdiam,dia memandang
lurus kedepan.
“orang tuaku selalu
sibuk,papa diluar negeri sedangkan mama sibuk dengan urusannya sendiri,mereka
nyaris gak punya waktu untukku.Makanya aku pergi dari rumah,dan tinggal
diapartemen sendirian!”terang Rei.Aku merasa bersalah telah menyinggung
perasaannya.
“Rei,maafkan aku yach,aku gak
sengaja nyinggung perasaan mu!”
“tidak apa2 Chizu,kamu tidak
salah kok”terang Rei sambil tersenyum manis,lalu melanjutkan perkataannya.
“untuk menghilangkan rasa
sepi,aku ikut casting iklan.Dari iklan itulah,aku ditarik main film dan
kemudian aku berkenalan dengan manager Lee.Film pertama yang aku bintangi
adalah Arti Sebuah Mimpi,dari film
inilah aku mulai dikenal banyak orang”jelas Rei.Aku tau difilm ini Rei jadi
pemeran utamanya & difilm inilah aku mulai ngefans berat sama Rei.
“tapi kehidupanku sebagai artis selalu dikekang!Aku selalu syuting
dari pagi sampai malam,sampai2 aku tak punya waktu luang untuk beristirahat
& pergi jalan2.Managerku hanya tau uang,diapun tidak memperdulikanku,meski
aku punya uang banyak dari hasil jerih payahku sendiri,aku ingin bebas &
diperdulikan oleh orang”Rei sangat terpukul sekali.Sekarang aku tau Rei,dia
sangat tersiksa sekali,aku jadi iba melihatnya.
“Rei,ternyata jadi artis itu gak enak yach!”
“tidak Chizu,enak kok!ada
suka dukanya juga,sukanya bila kita dipuja2 oleh banyak orang yg ngefans sama
kita,tapi dukanya juga banyak,yach...salah satunya yg kuceritakan tadi itu”jelas
Rei.Aku mengangguk.sekarang aku mengerti sedikit tentang kehidupan artis.Disisi lain aku juga tau kehidupan
pribadi Rei.
“Chizu!sejak bertemu denganmu
aku jadi merasa ada yang memperdulikanku”aku jadi terharu mendengarnya,ternyata
aku begitu penting bagi Rei.
“eh,Rei aku pulang dulu yach
udah siang nich”kataku pamit padanya.
“yach udah,aku antar
pulang”lanjut Rei.
“ja...jangan Rei,kamu kan masih
sakit,biar aku pulang sendirian”
“gak apa2 kok!ayo cepatan”Rei
menarik tanganku keluar apartemen.Saat mau masuk pintu elevator,kami melihat
Reo keluar,diapun melihat kami,tampaknya dia terkejut.
“Chizu?Rei?kalian lagi
ngapain?”tanya Reo.
“Reo?”kataku kaget.
“kamu sendiri juga ngapain
Reo?”Rei balik bertanya.
“aku...!!ya aku lagi ingin
kerumahmu Rei,tapi Chizu tidak mungkin tau rumahmu kan Rei”kata Reo
“Chizu tau dari aku sendiri”terang
Rei.
“terus...mana mungkin kan
seorang cewek pergi sendirian kerumah cowok yg baru kenal 3 bulan yg lalu tanpa
ada ikatan kan?”Reo tampak sangat marah sekali.
“itu karena...!”
“ya aku tau!Tak kusangka
kalian berdua ada main dibelakangku”Reo memotong ucapanku,aku jadi ngeri
melihat Reo marah.
“oh...kalian berdua coba
membela diri!terus terang aja dech,Chizu selama ini kukenal ternyata cewek
seperti ini”Reo sangat marah.dia meninggalkan kami.Kami pun mengejarnya,tapi
Reo sudah keburu naik kemobil dan berlalu.Aku jadi panik,Reo salah sangka
terhadap kami berdua.
“gimana nich Rei,Reo sudah
salah sangka,manalagi Reo udah menganggap cewek yang gak benar”kataku langsung
lemas.
“Chizu kamu tenang aja,dia
pasti akan mengerti”tegas Reo meyakinkanku.
“Tapi,ayah Reo pemilik
sekolah kami,bila Reo melaporkan kepada kepala sekolah,pasti aku akan di DO
dari sekolah itu”aku sangat khawatir sekali.
“Chziu,bila kita benar kenapa
kita mesti takut?lagian ayah Reo adalah pamanku,biar aku menjelaskan semua
ini”Rei kembali meyakinkanku.Aku hanya mengangguk,kemudian aku pulang diantar
Rei.
***
Pagi ini aku datang kesekolah lebih
awal,aku langsung pergi kekelas Reo & mencoba menjelaskan kejadian
kemarin.Kali ini aku berharap semoga Reo mau mendengarnya,aku melihat Reo masuk
kekelas.
“Reo tunggu!”kataku sambil
mendekati Reo,tampaknya Reo masih sangat marah.
“mau apalagi?atau mau
menjadikan aku korban yang kedua?”bentak Reo,mendengar Reo berkata seperti itu
aku jadi mengurungkan niat untuk menjelaskan lebih lanjut.
“Reo,sebegitukah kamu
menilaiku?apakah aku lebih jahat dari ini?”tanyaku dari Reo.Aku pergi
meninggalkan Reo sambil menangis.Aku jadi sedih,tak kusangka Reo berubah begitu
cepat & melontarkan kata2 kasar kepadaku.Siang ini kupaksakan juga untuk
bekerja.Ibuku heran melihatku,tapi aku bilang baik2 saja.Rei datang ketoko
& ingin bicara kepadaku.
“Chizu gimana?apa kamu
berhasil meyakinkan Reo?”tanya Rei.
“tidak Rei,malah Reo bilang
kalau aku akan menjadiakan dia korban
yang kedua setelah kamu”kataku sambil menangis.
“keterlaluan Reo,dia benar2
jahat!! Awas nanti,akan kuberi dia pelajaran gimana rasanya difitnah”Rei
mengeram marah,dia pergi meninggalkanku.
“Rei mau kemana?”tanyaku
khawatir
“mau keapartemen!”jawab Rei
singkat.Tapi aku punya firasat yang gak enak.Selang beberapa menit perginya
Rei,seorang cowok tak dikenal,datang berlari2 kearahku.
“maaf mbak,apa mbak yang
namanya Chizu?”
“ya,memang benar!ada apa
yach?”tanyaku.
“itu,Rei Matsura lagi
berkelahi sama seorang cowok,mereka lagi nyebutin nama mbak dari tadi”jelas
cowok itu.
“apa?”kataku kaget,jangan2 Rei
lagi berkelahi sama Reo gara2 aku.
“terus mereka sekarang ada
dimana?”kataku mulai panik.
“mereka lagi ditaman bermain”
“makasih yach atas
impormasinya”kataku,aku langsung menuju taman bermain.Ternyata benar disana
sudah ada Rei & Reo lagi bertengkar.Reo meninju Rei,tetapi Rei tidak
melawan,aku coba menghentikan mereka.Tapi mereka tidak menggubrisku.
“hentikannnn!!!”teriakku
sekuat tenaga,akhirnya mereka berdua berhenti.Aku menolong Rei,Reo coba meninju
lagi,tapi langsung ditangkis oleh Rei.
“Rei kenapa kamu diam aja
dipukuli oleh Reo?”aku kasihan melihat Rei.
“tidak apa2 Chizu!”kata
Rei,aku marah kepada Reo.
“Reo,kamu tega memukuli
sepupumu sendiri?sebenarnya apa maumu?apa hakmu melarang aku dekat dgn
Rei?”kataku,aku mulai menangis.
“apa?”tiba2 Reo
menamparku.Aku jadi pingsan,pipiku rasanya dibakar,sakit sekali rasanya.
“Chizu!”Rei menangkapku
yang hampir terjatuh.
“Reo,kamu sadis
sekali!!!sebenarnya sore kemarin Chizu datang kerumahku untuk mengantarkan
pesananku,tapi aku sakit kemudian dia merawatku”terang Rei,Rei menggendongku
& meninggalkan Reo sendirian.Rei membawaku keapartemennya.Akhirnya aku
sadarjuga,kulihat Reo tidak ada diapartemen.
“Rei,gimana soal
tadi?”tanyaku.
“sudah beres,mungkin Reo
sekarang lagi menyesali perbuatannya,aku telah mengatakan yang sebenarnya”jelas
Rei.Tiba2 Reo sudah berdiri didepan pintu kamar Rei.
“Rei!boleh aku bicara dgn
Chizumi 4 mata?”kata Reo.
“tapi kamu harus janji,gak
ngapa2in Chizu”kata Rei.
“ya aku janji”jawab Reo,Rei
mulai meninggalkan kami berdua.
“Chizu,maafkan aku yach,aku
memang salah”kata Reo mendekatiku.
“aku telah memaafkanmu”kataku
tersenyum kepada Reo.
“Chizu apa kamu cinta sama
Rei?”kata Reo.Aku kaget mendengarnya,ternyata Reo tau kalau aku mencintai Rei.
“iiiya!aku cinta sama Rei”kataku
gugup.
“Chizu raihlah cintamu walaupun
banyak rintangannya.Sekarang aku sadar,percuma saja mencinta orang yang tidak
mencintai kita”aku jadi terharu mendengar ucapan Reo.
“sebenarnya aku cemburu melihat
kamu dgn Rei,tapi aku mengalah demi kebahagian kamu dan sepupuku Rei”kata Reo
tegas.
“Reo kamu baik sekali”aku
semakin menangis,Rei masuk kekamar.Ketika melihatku menangis,Rei mulai
marah.Tapi langsung ditahan oleh Reo.
“jangan marah dulu Rei,aku
ingin mengatakan kalau Chizu sebenarnya mencintai kamu”
“Reo...!”aku kaget sekali.Aku
tak menyangka kalau Reo akan ngomong begitu.Aku hanya diam,mungkin Rei
menyangka kaloitu Cuma bercanda.Aku menatap Rei,kulihat dimatanya tak ada
tanda2 kalo dia ada perasaan sama aku,yang ada hanyalah kehampaan &
kebekuan.Rei membalas tatapanku,aku jadi tergagap,spontan aku mengalihkan
perhatianku pandanganku kelain.
“Rei apa jawabanmu?”tanya Reo tiba2,dia
melihat kami sama2 diam.
“jawaban apa?”Rei balik
bertanya,Reo jadi kesal melihat Rei.
“aduh Rei...lihat kamu kayak
gini aku jadi pingin ninju kamu tau!Dengar baik2 yach Rei,sebenarnya Chizu
itu...!!!”Aku langsung menutup mulut Reo.Aku tidak ingin Reo mengatakannya
lagi.Toh,Rei tidak mendengarkan kata Reo tadi.Padahal Reo berkata sangat keras
sekali, tidak mungkin Rei tak mendengarkannya.Jadi tidak ada gunanya ngomong
lagi,aku menggelengkan kepala pada Reo.
“Sudahlah Reo,gak ada siaran
ulang”kataku,Reo ingin berkata lagi tapi langsung aku cegah.Kali ini Reo benar2
kesal tidak mengerti.Aku cepat2 berkata,takut kalo Reo ngomong yg tidak2.
“eh Reo,udah sore kita pulang
yuk!!!”aku menarik tangan Reo keluar yang sedari tadi bingung lihat tingkahku
yang aneh.Ketika keluar dari apartemen,Reo menarik tanganku saat aku ingin
cepat2 melangkah pergi.
“Chizu,kamu kenapa...!”
“aduh,sorry yach Reo!aku ingin
cepat2 pulang”kataku memohon pada Reo.Dia hanya garuk2 kepala tetapi akhirnya
dia menganggukkan kepalanya.Aku berlari meninggalkan Reo & menuju
kerumah.Aku menghempaskan tubuhku dikasur,masih teringat jelas saat Reo berkata
pada Rei tadi sore.Apakah benar Rei tidak mendengarkan?atau dia mendengarnya
tapi tidak suka sama aku?saat mengingat kejadian itu,hatiku jadi sedih
sekali.Aki ingin rasanya pergi jauh meninggalkan orang2 yang aku sayangi,meninggalkan
Rei.Tanpa kusadari air mataku jatuh dikedua belah pipiku.Kenapa aku harus
mengenal & jatuh cinta sama Rei?kenapa?aku bertanya2 pada diriku sendiri.Aku
mencoba mencari jawabannya tetapi tidak ada jawabannya,malah kepalaku tambah
pusing.Aku tersentak kaget saat adikku Miu & Fred sudah berdiri
didepanku,aku cepat2 menghapus air mataku.
“kak Chizu kenapa menangis?”tanya
Miu.Aku hanya menggelengkan kepala,meskipun dijelaskan mereka tidak akan
mengerti.
“kak Chizu nangis gara2 gak bisa
beliin kami cokelat yach?”kata Fred.Aku tertawa saat mendengarnya,tapi ada
untungnya juga Fred berkata begitu.Aku pura2 sedih (tapi memang sedih kok)agar
mereka percaya sama aku.
“iya,dek kamu bener!uang kakak
udah habis,jadi gak bisa beliin kalian cokelat.Maafin kakak yach!”kataku
memelas kepada mereka.Fred & Miu saling berpandangan kemudian mereka
mengangguk.Aku senang sekali,aku merangkul kedua adikku.
“tapi kak Chizu,kakak harus
janji sama kami uangnya gak boleh habis agar bisa beliin kami cokelat yang
banyaaaak sekali”kata Miu.Aku tersenyum mendengarnya.Akupun memberi isyarat
pakai jari kelingking tanda berjanji yang kemudian dibalas oleh Fred & Miu.
“eh,kakak udah laper,makan
yuk!”ajakku pada kedua adikku.Kemudian kami beriringan menuju meja makan yang
disana sudah menunggu ibu.
***
Siang cuaca sangat buruk
sekali,hujan terus mengguyur dari pagi sampai siang ini.Membuat orang malas
untuk pergi kemana2.Aku tetap bekerja.Saat lagi melayani pembeli,aku dipanggil
oleh bosku.Dia ingin mengantarkan kue pesanan orang tersebut tetapi tidak tau
alamatnya.Aku menanyakan nama sipemesan,ternyata namanya Rei Matsura.Aku
bersedia mengantarkan kue pesanan tersebut,aku mengambil payung dan berpamitan
kepada bosku.Sebenarnya aku malas mengantarkan pesanan tersebut,malas ketemu
dengan Rei habis sepertinya dia tak perduli denganku.Tapi ini sudah tugas
terpaksa aku mengantarkan juga.Aku mengetuk pintu,tetapi aku mendengar suara
Reo.Ngapain Reo diapartemen Rei.
“Rei,jujur aja yach!kemarin sore
sebenarnya kamu dengar kan omonganku kan?”aku mendengar Reo bertanya pada
Rei.Apa maksud Reo?aku tidak bisa melihat Rei mengangguk atau menggelengkan
kepalanya,karena terhalang oleh pintu.
“Reo,aku tau Chizu cinta sama
aku!tapi...apa gak apa2.Ya kau tau sendiri aku ini siapa?sedangkan Chizu juga
siapa?Aku takut akan mengecewakannya nanti”terang Rei,Reo memandang Rei tanpa
berkedip sedikit pun,ia mengambil minuman kaleng yang ada disebelahnya kemudian
meneguknya hingga habis.
“Rei kalau kamu selalu berfikir
seperti ini,aku yakin kau pasti tidak punya cewek,sebenarnya kamu itu sayang
gak sama Chizu?”mendengar Reo berkata seperti itu Rei hanya diam,tak ada reasi
apapun darinya.Rei menghela nafas
dalam.Disandarkan badannya di sofa tempat dia duduk sambil memejamkan mata.Aku
terjatuh saat mendengar kata2 Reo,saat ingin bangun,kakiku terkait keset &
kepalaku terbentur dengan pintu.Reo & Rei yang ada didalam pun menjadi
kaget.Adu sakit,aku memegang kepalaku
sambil bersandar dipintu.Tiba2 pintu dibuka oleh Rei membuat aku jatuh untuk
yang kedua kalinya.Kyaaaaa teriakku,”Chizu?”Rei
kaget melihat tiba2 ada aku didepan pintu.” Ngapain didepan pintu?mau nguntit
omongan orang yach?”tanya Rei.Ia mengulurkan tangannya kepadaku,membantuku
berdiri.
“Eng...enggak kok!Aku hanya
mengantarkan kue pesanan ini”aku menjawab pertanyaan Rei.Rei mengambil kue
ditanganku kemudian meletakkannya dimeja dekat Reo duduk.Aku membalikkan
badanku & melangkah pergi.
“Chizu,makasih yach!oh yach,gak
duduk dulu?”tanya Rei,aku menoleh kepada Rei & menggeleng kemudian aku
pergi.Saat ingin naik elevator,kulihat ada Rei yang berlari kearahku.Aku
mengurungkan niat untuk naik.”Ada apa
Rei?”tanyaku saat Rei sudah berada
didepanku.Rei menundukkan kepala & mengirup udara segar,tangannya memegang
pintu elevator karena aku sudah berada didalam.Rei menarik aku keluar dari
elevator.
“Rei ada apalagi?”tanyaku.Rei
tersenyum melihat aku cemberut.
“sorry,jangan cemberut gitu
donk!aku cuma ingin mengatakan sesuatu”terang Rei.
“apa itu?”
“Chizu,jujur aja yach!kamu tadi
dengerkan pembicaraan kami kan?”aku terdiam saat Rei berkata begitu.Aku jadi
ragu menjawab pertanyaan Rei.Akhirnya aku menganggukkan kepala,aku jadi gugup
memandang Rei.
“maaf,ya Rei aku nguping
pembicaraan kalian tadi”kataku.Kulihat Rei hanya diam,apakah Rei marah sama aku? Pikirku.
“Rei,kamu marah yach sama
aku?”tanyaku,entah kenapa aku jadi takut kehilangan Rei.Rei menggelengkan
kepalanya,aku lega melihat Rei ternyata tidak marah sama aku.
“Chizu,berkat Reo,aku jadi
sadar,mungkin selama ini kamu berfikir kalo aku gak cinta sama kamu”Rei
akhirnya berkata.Aku membenarkan perkataan Rei.
“Chizu,aku sangat sayang sama
kamu,sekarang aku mengerti kenapa takut menghadapi persaan yang besar ini”kata
Rei lagi.
“aku gak ngerti maksud kamu
Rei”kataku,(sebenarnya aku mengerti yang dikatakan oleh Rei,tapi aku kurang
yakin.Jangan2 dia mau mempermainkan aku lagi).Rei memegang tanganku sambil
berkata...
“Chizu,apakah kamu mau jadi
pacarku?”
Aku langsung terkejut & melepaskan tanganku.Apakah aku mimpi?kutatap
Rei,dia hanya memandangku dengan serius.
“Rei,kamu gak sakit kan?”kataku,Rei
hanya tersenyum.
“Chizu,aku serius,maukan jadi
pacarku?”ujar Rei meyakinkanku.
“ya aku mau jadi
pacarmu”akhirnya aku menjawab.Rei tersenyum girang & tiba2 saja langsung
memelukku.
“Rei entar ada yang lihat
kita”kataku kaget,Rei melepaskan pelukannya.
“sorry habis senang sich,tapi memang
gak ada yang lihat kita kok”Rei Cuma cengar cengir,aku Cuma tersenyum melihat
Rei salah tingkah begitu.
“ehm...!ada yang lagi senang kayaknya
nich”tiba2 Reo mengagetkan kami dari belakang.
“eh Reo!kami...”
“pacaran kan...?”ujar Reo
memotong kata2 Rei,kami hanya mengangguk.
“selamat yach,semoga bahagia”Reo
langsung menjabat tangan Rei.
“makasih yach!eh Reo mau
kemana?”tanya Rei.
“oh...aku mau pulang!oh yach
Chizu aku punya kenalan seorang potografer,dia lagi mencari seorang model.Mau
gak jadi modelnya?”
“Reo,aku gak pernah jadi
seorang model,bagaimana bisa aku jadi modelnya?’
“mudah kok,kamu kan cocok
jadi seorang model!yang penting kamu mau gak jadi modelnya?”
Aku memandang Rei meminta
persetujuannya.Rei hanya mengangguk,aku jadi bingung diterima apa gak yach
tawarannya,sedangkan aku belum berpengalaman jadi model.
“ya,aku terima”jawabku,Reo
& Rei senang.
“Chizu,kamu gak usah bingung.nanti
aku ajarin kamu bagaimana caranya jadi model”kata Rei.
“nah gitu donk,Rei artis & Chizu seorang
model,kalian sangat cocok”ujar Reo berkomentar.
“Reo bisa aja”kataku.
“eh,udah dulu yach!aku mau
pulang nich”Reo mengakhiri pembicaraannya dengan kami,aku memperhatikan Reo
hingga tidak terlihat lagi.
“Rei,kamu gak ragu lagi kan
jadi pacarku?”aku menggoda Rei,Rei pun tersenyum kemudian Rei menggandeng
tanganku.
“Chizu,kamu jadi model atau
tidak,kamu tetap jadi pacarku kok!aku antar pulang yach!”aku hanya
mengangguk,kami berjalan beriringan sambil bergandengan tangan,sampai tidak
terpisahkan lagi.