Sebuah Fakta part 2


Bab 2 : tak percaya

“Ris, malam ini aku tidur dikosan mu aja, ya!” Ariesya membuka percakapannya ketika mereka sudah sampai diwarung makan. Tampak diwarung makan yg mereka singgahi sudah ramai oleh pengungjung karena sekarang waktunya jam makan siang bagi karyawan-karyawan kantor.

 Rista mengangguk “ya tentu saja, sekalian aku mau bertanya dengan kamu”
Selang beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Baik Ariesya maupun Rista sama-sama diam, dilihatnya Rista sangat menikmati makananya, sedangkan dirinya tak bersemangat makan, ya gimana mau nafsu makan kalau dr tadi ia terus memikirkan kejadian tadi. Ariesya menghela nafasnya, ia tak sadar karena dari tadi ia diperhatikan oleh sahabatnya itu. Apa ia tak diterima di TK itu, ya? Pikir Rista.
                                     ****
“nah sekarang kamu cerita apa yg mengganggu pikiranmu itu” tanya Rista ketika mereka sudah dikamar kosnya. Ariesya menghela nafasnya, diambilnya segelas air yg ada diatas meja tak jauh dari mereka duduk. Setelah selesai minum, ia menghirup udara banyak-banyak dan dihembuskannya perlahan.

“Ris, tadi siang aku diganggu hantu cantik”
Rista terdiam setelah mendengar penuturan sahabatnya itu, ia tahu Ariesya tak pernah percaya akan hal-hal begituan sama seperti dirinya. Apa begitu beratnya ia tak diterima bekerja hingga membuat wanita mungil didepannya ini merasakan yg aneh-aneh. Ia memegang dahi sahabatnya itu, normal gak panas.

“aku masih normal Ris, namanya adalah....ya ampun namanya sama persis dengan yg ada dimajalah mu itu!” Ariesya menunjuk majalah yg ada di atas meja. “Bianca Yuspov Adik Dari Pemilik Kerajaan Bisnis Salah Satu Terbesar Di Indonesia Telah Meninggal Dunia Kemarin” begitu kutipan dari judul ulasan yg ia lihat. Ariesya melihat tanggal terbit majalah itu hari sabtu yg lalu, dan hari ini juga hari sabtu sudah seminggu yg lalu cocok dengan apa yg dikatakan oleh hantu Bianca tadi. Rista melihat ulasan yg sudah ia baca itu, isinya yaitu tentang Bianca Yuspov yg meninggal karena kecelakaan.
“tak mungkin Sya, itu karena kamu terlalu banyak pikiran” Rista meyakinkan sahabatnya yg mulai bicara ngawur. Ariesya terdiam, Rista sahabatnya sendiripun tak percaya akan omongannya ini, apalagi orang lain.

“sudahlah Sya gak usah dipikirin, terus bagaimana dengan hasil tes wawancaramu?”
Ya ampun, Ariesya menepuk keningnya sendiri. Bagaimana ia bisa lupa memberitahukan kabar gembira itu pada sahabatnya. Pasti dari tadi Rista berpikir kalau ia terguncang karena ia tak diterima bekerja.
Ariesya tersenyum lebar membuktikan bahwa ia sehat-sehat saja, tak seperti yg dipikirkan sahabatnya itu.

“hasilnya...mulai senin ini aku mulai bekerja”

“selamat ya...”

Ariesya mengangguk, hampir ia tak bisa bernafas karena tiba-tiba sahabatnya ini langsung memeluknya, barulah ia bisa bernafas ketika Rista melepaskan pelukannya.

“ya sudah Sya, kita tidur aja udah malam...Hoaaamm”
Rista menutup mulutnya karena menguap. Rista beranjak dari tempat duduknya diiringi Ariesya menuju ranjang.

“selamat tidur Sya...” Rista mematikan lampu dan tidur membelakangi Ariesya.

“selamat tidur juga Ris” Ariesya menarik selimutnya keatas hingga menutupi seluruh tubuhnya. Matanya menerawang keatas, kemana hantu Bianca tadi? Apa mungkin Bianca sudah tahu bahwa ia tak sanggup menuruti kemauannya dan menghilang. Lebih baik begitu, pikir Ariesya. Tak berapa lama iapun terlelap dalam tidurnya.
                                      *****

Sebuah Fakta

Sinopsis


   Ariesya Rusdi tidak menyangka akan dimintai tolong oleh seorang wanita cantik untuk mengungkap kasus pembunuhan yg rumit. Rumit karena wanita yg di tolongnya itu adalah seorang hantu bernama Bianca Yuspov. Dan kemudian Bianca meminta Ariesya untuk memberitahukan kepada saudara kembarnya Biyon Yuspov bahwa ia dalam bahaya. Mampukah Ariesya menolong Bianca??? Ditambah lagi diam-diam Ariesya jatuh cinta kepada saudara kembar Bianca yg ternyata sudah mempunyai tunangan....

Bab 1 . Siapa kau???

    Seorang wanita berusia 25 tahun sedang mondar-mandir dikamar kost-nya yg tidak begitu besar ia tampak gelisah sekali sambil menghembuskan nafasnya dalam2,wajahnya tampak berkerut memikirkan sesuatu. Tubuhya yg mungil membuatnya bebas bergerak kesana kemari. Lama-lama temannya yg sedari tadi melihatnya gerah juga.

“Ariesya Rusdi!!! berhentilah mondar-mandir didepan ku.Kau membuatku tak bisa konsentrasi membaca” teriak Rista sambil melempar majalah ke tempat tidur.Wanita yg dipanggil Ariesya seketika itu juga menghentikan langkahnya, ia akhirnya mendaratkan pantatnya dikasur empuk.



“Ris,aku bingung banget” Ariesya menatap sahabatnya itu yg duduk disampingnya. Ia merebahkan badannya dikasur.Ia kembali menghembuskan nafasnya.



“bingung kenapa,Sya?” tanya Rista sambil kembali meraih majalahnya yg ia lempar tadi.



“tanpa dijelaskan pun,kau sepertinya sudah tau masalahku”jawab Ariesya tanpa menoleh kesahabatnya,matanya lurus memandang langit2 kamarnya.Ya itu benar, sudah 2 bulan Ariesya merantau ke kota Jakarta mengikuti sahabatnya.Ia nekat meninggalkan kota kelahirannya Palembang,untuk mengadu nasib di kota Jakarta seperti kebanyakan orang lainnya. Tak seperti yg dibayangkannya,ternyata tak mudah mencari pekerjaan yg diinginkan. Ia kini belum punya pekerjaan yg berimbas kepada hidupnya sekarang,uang tabungannya semakin lama semakin menipis akibat biaya hidup yg tinggi di Jakarta. Mau pulang ke Palembang pun,ia segan. Karena tak ada tempat tujuan untuk pulang kembali,orang tuanya sudah lama meninggal.Ia hanya hidup berdua dengan kakaknya saja.Kakaknya pun sudah menikah dan dikaruniai seorang putra yg tampan. Dengan dalih tidak ingin membebani kakaknya & istrinya, iapun akhirnya merantau ke Jakarta.Sebenarnya tindakan nekadnya ini benar2 berani karena ia harus berhenti dari pekerjaanya sebagai guru TK, dan di usianya yang ke 25 bagi wanita seperti dirinya dan yg lainnya tak mudah mencari pekerjaan. Dan yg membuatnya makin ingin meniggalkan kota kelahirannya adalah Rio mantan kekasihnya. Rio telah membuatnya patah hati yg sangat mendalam karena Rio telah menikah dengan wanita pilihan orang tuanya. Dari awal orang tua Rio tak pernah setuju ia menjalin kasih dengan anaknya. Well, karena bagi orang tua Rio,anaknya pantas menikah dengan orang yg sederajat dengannya, tidak dengan dirinya yg hidupnya pas-pasan. Maka disinilah ia sekarang,di kota Jakarta tanpa pekerjaan yg pasti.
        Ariesya memejamkan matanya sejenak,mencoba mengusir pikiran yg mengingatkannya pada masa lalu yg buruk. Tidak, dia harus kuat sekarang pikirnya.Ia tak boleh lemah, percuma ia kembali ke kota kelahirannya tak ada harapan, ia harus meraih masa depannya sekarang di kota Jakarta. Ia yakin ada suatu kebahagiaan yg menantinya di kota ini.Entah itu apa.

“Sya, sepertinya aku punya solusi buat masalah mu sekarang”ujar Rista membuyarkan lamunannya.Kontan saja Ariesya langsung duduk,kaget mendengar Rista bicara.

“apa itu Ris???”

“masalahmu kan gak punya pekerjaan,itu ada ibunya teman ku yg kekurangan guru TK di sekolahnya.Kalau kamu mau nanti bisa masukin lamarannya kesana”.

“tentu aku mau,kan dulunya aku juga guru TK” mata Ariesya langsung berbinar2 bahagia,karena satu masalahnya telah terselesaikan.Ariesya langsung memeluk sahabatnya itu.

“makasih banyak ya Ris” ujar Ariesya sambil melepaskan pelukannya.
Rista pun mengangguk. Ariesya melihat majalah yg dibaca oleh Rista sedari tadi. Majalah bisnis,ia tak tertarik dengan bacaan seperti itu,pikir Ariesya.Ariesya beranjak dari duduknya menuju meja,dan mulai membuat surat lamaran pekerjaan.

                                       *****
       Ariesya memandang dirinya dicermin,ia memastikan bahwa penampilannya hari ini harus rapi. Ia memakai pakaian kemeja putih berkerah dipadu dengan blezer berwarna hitam,sengaja blezer-nya tidak ia kancingkan agar kelihatan renda2 panjang dikemejanya. Ditambah lagi dengan ia memakai rok hitam selutut, membuatnya seperti seorang wanita karir yg bekerja di perusahaan bonafit. Pikirannya melayang akan 2 hari yg lalu, ketika ia menerima telepon bahwa ia dipanggil untuk tes wawancara. Ariesya tersenyum puas, semoga dengan penampilannya ini menambah nilai plus dlm tes wawanacaranya nanti. Ia tersentak kaget, ketika melihat jam di hp-nya menunjukkan jam sembilan pagi. Padahal tes wawancaranya akan dimulai setengah jam lagi. Secepat kilat ia menyambar tasnya dan memakai sepatunya, kemudian ia mengunci kamarnya.
           Ariesya setengah berlari kepintu pagar sebuah sekolah TK, kurang 5 menit lagi ia hampir terlambat. Sebelum mengetuk pintu ruang kepsek, ia menghembuskan nafasnya. Mencoba menenangkan dirinya, yg tiba2 saja disergap rasa gugup luar biasa. Ia harus bisa melewati semuanya, pikirnya menyemangati dirinya sendiri. Tok,tok,tok....
            30 menit kemudian ia keluar dari ruang kepsek dengan wajah berseri2. Mulai detik ini ia resmi jadi guru TK disini. Secepatnya ia ingin pulang kekost-nya dan mengabarkan kepd sahabatnya bahwa ia sudah diterima. Terbayang dibenaknya mulai Senin ini ia akan mengajar anak-anak kecil yg lucu nan polos. Ia melangkah menyusuri ruang kelas yg sepi, 5 menit yg lalu anak-anak baru pulang. Tiba-tiba ia melihat seorang anak kecil perempuan sedang duduk di bangku panjang sambil menggoyangkan kaki kecilnya. Tampaknya ia menunggu jemputannya. Ariesya menghampirinya...

 “hai dik, lagi apa?”

“lg nunggu jemputan...!” jawab anak kecil ini dengan polos. Ia memandang Ariesya lekat-lekat, belum pernah ia melihat wanita ini sebelumnya. Ia bertanya-tanya dalam hati, siapa wanita yg didepannya ini, tampaknya ia juga bukan orang jahat yg ingin menculiknya. Tapi ia takut juga...teringat pesan mamanya bahwa ia harus hati-hati kalau bertemu dengan orang asing. Ya takut kalau ia diculik, karena kata mamanya ia menyandang nama belakang keluarga yg apabila orang mendengar namanya akan membuat mereka kaget, bahkan orang jahat akan menggunakan kesempatan itu untuk menculiknya dan memeras keluarganya. Ia sendiri tak mengerti, tp menurut mamanya ia akan mengerti ketika ia remaja nanti.

“namaku Ariesya Rusdi, mulai senin ini aku akan menjadi guru barumu” Ariesya menjawab apa yg ada dipikiran anak itu, ia maklum akan sikap anak tersebut, ya apalagi di zaman modern sekarang ini.

“terus siapa namamu nak?” kata Ariesya lagi, sedari tadi ia melihat anak kecil ini diam saja.

“namaku Zahra Yuspov, biasa dipanggil dengan Ara saja bu guru dan aku berumur 4 tahun” akhirnya Ara menjawab dengan muka yg sangat lucu sekali dan tersenyum polos khas anak-anak. Membuat Ariesya tersenyum.

“oh jadi namamu Ara ya, nama yg bagus. Kalau ibu panggil aja dengan nama ibu Risya.”

“Ara siapa yg jemput?” lanjut Ariesya lagi, tampaknya ia merasakan ada ikatan yg kuat pd Ara, entah itu apa.

“pak Marwan, supir pribadi”

“lho kok supir, emangnya kemana mama Ara?”

Ara langsung menundukkan mukanya, tampaknya ia sangat sedih sekali. Ia memilin-milin jari-jari mungilnya.

“mama udah gak ada, kata papa sih mama pergi jauuuuuh sekali, ketempat yg indah, diatas langit”
    Ariesya tersentak kaget, ia tahu apa yg dimaksud oleh  Ara. Kasihan Ara, anak sekecil ini sudah harus kehilangan ibunya. Disaat ia masih banyak membutuhkan kasih sayang ibunya.

“bu Risya, tuh jemputan Ara sudah datang. Ara pulang dulu ya bu, by-by bu guru cantik”

“by-by Ara yg imut...!” Ariesya memandang Ara berlari-lari dengan riang menuju mobil mewah hingga hilang dari pandangannya. Ara pasti anak orang kaya,tuh jemputannya aja mobil berkelas,pikir Ariesya. Ia pun melangkah pulang....
                                 ****
      Sudah hampir 15 menit Ariesya berdiri didepan halte bus. Pantatnya pun terasa panas, karena sedari tadi ia hanya duduk saja. Akhirnya ia berdiri meregangkan otot-otot kakinya. Di halte ini, ia hanya sendiri saja tak ada seorang pun dari tadi. Tiba-tiba ia melihat seorang wanita muda dewasa, duduk agak jauh darinya. Ia mengernyitkan dahinya, kapan ia ada disini? Pikirnya. Ariesya mencermati wanita itu, ia memakai gaun biru setinggi lutut dengan rambut pirang panjang lurus sebahu dibiarkan tergerai tampak anggun sekali.Sepertinya blasteran dilihat raut mukanya, entah negara mana, yg pasti keturunan negara-negara eropa. Tapi yg membuat Ariesya kaget bercampur ngeri karena wanita itu penuh darah dibajunya, didahinya mengucur darah, pun dengan mulutnya. Tapi wanita itu memandang lurus kedepan entah pa yg dipikirkannya hingga ia tak merasakan sakit ditubuhnya. Semula Ariesya tak peduli dengan apa yg di lihatnya, tapi lama kelamaan Ariesya iba melihat wanita malang itu, ia pun mencoba menolong semampunya.

“ya ampun... mbak kenapa? Biar aku antar mbak kerumah sakit terdekat” Ariesya langsung duduk disamping wanita itu dan mengeluarkan tisu untuk membersihkan darah.  Tapi ditepis oleh wanita itu,ia tampak sangat terkejut, sama seperti Ariesya tadi.

“kau..kau...” ia diam sejenak “kau bisa melihatku?”

Ariesya kaget apa yg dikatakan oleh wanita dihadapannya itu.
“tentu saja, aku lihat dari tadi kok. Mana mungkin aku gak lihat anda yg sedang terluka parah, mataku ini belum rabun, kecuali kalau anda bukan manusia berarti anda hantu donk” jawab Ariesya sambil tersenyum. Tiba-tiba ia terdiam,jangan-jangan ia benar2 hantu. Toh barusan ia lihat 2 orang laki-laki lewat didepannya biasa-biasa aja.Kalau mereka melihat wanita ini pastilah mereka akan menolong wanita ini, sama seperti dirinya. Ah mungkin perasaannya saja, bukankan orang yg hidup di kota besar rasa pedulinya sedikit sekali.
Ariesya mengangkat bahunya, tanda tak mengerti. Tapi kecurigaannya terbukti, kali ini ia melihat 2 orang wanita lewat didepannya juga gak peduli. Wah ini benar-benar gawat, jangan-jangan wanita disampingnya ini memang benar hantu. Keringat dingin mulai menetes dipelipisnya. Kali ini ia benar-benar takut.

“wah bearti mbak sudah tahu siapa aku” wanita itu langsung berkata ia tahu apa yg dipikirkan wanita muda disebelahnya itu yg tampak ketakutan. Ariesya tak menjawab wanita itu, ia langsung berdiri,berungtung sebuah bus berhenti didepannya. Ariesya langsung naik bus itu dan duduk paling belakang. Ia menghembuskan nafasnya, tak mungkin ia melihat hantu, itu hanya pikirannya saja karena dari tadi ia hanya sendiri menunggu bus sehingga ia mengkhayal terlalu jauh. Ariesya memejamkan matanya, tiba-tiba bulu kuduknya berdiri lagi. Ia membuka matanya dan menoleh kesamping berharap ada orang bisa diajaknya ngobrol. Tapi matanya langsung melebar melihat siapa yg duduk disebelahnya, wanita tadi.

“aaaarghhhh”  spontan saja Ariesya berteriak kencang, membuat orang yg ada didalamnya kaget. Ariesya mengucek matanya, loh hantu wanita tadi sudah gak ada. Ia melihat sekeliling, orang-orang pada memperhatikannya dengan muka bingung.

“maaf, maafkan aku telah buat keributan” Ariesya terdiam seribu bahasa ia malu sekali mungkin orang kira ia orang gak waras. Terpaksa ia berhenti di tengah jalan, takut ia membuat keributan lg. Dengan gontai ia menyusuri jalan, karena tempat kost-nya masih agak jauh. Ia memikirkan hantu wanita tadi, kenapa siang-siang ia muncul, bukankah hantu biasanya muncul malam hari,seperti kebanyakan film-film yg ia tonton. Bahkan ia tak merasa kalau ternyata wanita itu adalah hantu, Ia memperlebar langkahnya, agar cepat sampai di kost-nya. Baru setengah jalan ia melihat hantu wanita itu lagi, dan tepat berdiri didepannya. Ariesya kembali kaget, tapi kali ini Ariesya diam saja dan mengabaikan hantu wanita itu,dan terus berjalan. Berpura-pura tak melihatnya.

“mbak...mbak bisa lihat aku kan?” kata hantu itu, lagi-lagi ia berdiri sejajar dengan Ariesya. Tentu saja,sungut Ariesya dalam hati. Tapi ia tak mau menanggapi hantu itu, takut orang disekitarnya berpikir kalau ia gila. Ariesya makin cepat berjalan.

“hah, akhirnya sampai juga di kosan” Ariesya berkata sendiri ketika ia sudah masuk kedalam kamarnya. Ia membuka sepatunya dan melemparkannya kesamping ranjang. Ariesya langsung merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya sambil menghirup udara banyak-banyak seakan ia hampir kehilangan hidupnya sesaat lalu dihembuskannya perlahan. Ya itu benar, barusan ia bertemu dengan hantu wanita yg mengganggunya sedari tadi sehingga membuat ia seperti orang gila saja. Ariesya membuka matanya dan memandang langit-langit kamarnya.

“mbak...”  refleks Ariesya menoleh kesampingnya dimana suara itu  berasal.
“kyaaaaa” teriak Ariesya, ia mengambil bantal guling disampingnya dan memukulnya. Tapi apa daya, ia memukul  hantu yg tentu saja tembus. Ariesya mencoba memukulnya lagi tapi hasilnya nihil. Ariesya terengah-engah.

“nyerah?” tanya hantu itu yg tiba-tiba saja ia sudah duduk diatas meja tak jauh dari rangjang. Kali ini Ariesya menyerah, percuma ia berteriak atau melempar-lempar sesuatu. Ariesya menghembuskan nafasnya lagi & mencoba tenang.

“sebenarnya apa maumu sih dan siapa kamu? Kenapa menggangguku?”

“nah gitu dong dari tadi” jawab hantu itu, kemudian ia melanjutkan kata-katanya.

“namaku Bianca Yuspov, sebenarnya aku ingin minta tolong padamu”
Bianca Yuspov? Tanya Ariesya dalam hati, sepertinya ia pernah mendengar nama Yuspov, tapi entah dimana.

“oh jadi nama kamu Bianca, baiklah hantu Bianca. Jadi apa  keinginanmu?” jawab Ariesya lunak, ia sudah tak takut lagi sekarang, meskipun ia masih ngeri melihat noda darah dimana-mana baik dibajunya maupun diwajahnya.Meskipun begitu ia masih tampak cantik dan sedikit pucat.

“mbak...”

“panggil aku Risya, namaku adalah ARIESYA RUSDI” Ariesya mencoba menekankan namanya, sengaja ia berkata begitu.Sebenarnya dirinya merinding mendengar ia dipanggil dengan sebutan mbak, apalagi kalau yg memanggilnya adalah hantu dengan suara yg sedikit pelan, samar-samar dengan intonasi panjang. Membuat ia bergidik ngeri.

“baiklah, Risya. Sya aku ingin kau mengungkap siapa pembunuhku”

“aaaaapa??? Gila. Aku gak mauuuuu” teriak Ariesya kembali histeris, kali ini ia benar-benar gak kuat. Coba pikir siapa yg percaya sama omongan Ariesya nanti, dia sendiri saja gak percaya apa lagi orang lain, bisa-bisa orang benar-benar menganggapnya gila betulan. Siapa yg bakalan percaya kalau ia dapat buktinya dari hantu. Seluruh dunia bakalan menertawainya karena kekonyolannya.

“pleeeease tolong aku Sya, please help me!” ujar Binca dengan wajah hantu yg memelas.

“pokoknya aku gak mau” teriak Ariesya “lagian kenapa kamu gak minta tolong aja pada orang lain yg punya indera keenam atau minta tolong tu pada anak-anak indigo, mereka pasti akan menolongmu”
Ariesya teringat dengan acara-acara di tv yg menampilkan orang yg punya kelebihan melihat mahkluk gaib.

“gak bisa Sya, mereka tu Cuma maunya diliput di tv. Atau mungkin mereka gak bisa lihat aku. Sudah satu minggu ini semenjak aku mati, gak ada yg bisa ngelihat aku Sya. Baru tadi siang inilah ada orang yg melihat aku yaitu kamu, aku senang sekali Sya...tolong bantu aku Sya,please!” Bianca kembali memohon. Ariesya hanya diam, dia bingung mau bagaimana.

“gak bisa Bian, aku gak mau, terlalu berbahaya” jawab Ariesya dengan nada halus, agar hantu cantik didepannya ini megerti. Tapi yg namanya Bianca, seorang hantu yg keras kepala dan pantang menyerah.

“please help me,Sya. Pada siapa lagi aku minta to...”
Tok,tok,tok.... tiba-tiba pintu kamar Ariesya diketok seseorang.

“Sya, kau didalam kan?” teriak suara perempuan dr luar yg sangat dikenal oleh Ariesya.

“ya” jawab Ariesya pendek, ia melihat Bianca didepannya sudah gak ada. Ariesya membuka pintunya, ia langsung memeluk Rista. Rista kaget karena langsung dipeluk tiba-tiba oleh sahabatnya ini, seakan-akan sudah berpisah bertahun-tahun lamanya. Dilihatnya sahabatnya ini, Ariesya begitu pucat.

“kamu kenapa Sya, kok pucat sekali. Apa kamu sakit? Kamu udah makan?” tanya Rista cemas ketika mereka sudah duduk diranjang. Ariesya menggeleng, ia memang belum makan dr tadi. Kryuk-kryuk bunyi suara didalam perutnya, ia baru merasakan lapar ketika Rista menanyakannya. Tadi ia tak merasa lapar, bagaimana mau lapar kalau dr tadi ia terus diganggu hantu cantik, pikir Ariesya.

“sudahlah Sya, gak usah banyak mikir. Kita cari makanan diluar, aku juga udah lapar” Rista menarik tangan Ariesya keluar.
                                           ****
sebuah fakta part 2

Lirik Lagu mp3 Britney Spears



                                                                    I Wanna Go

              

Lately I've been stuck imagining                                                         
What I wanna do and what I really think
Time to blow, out
Be a little inappropriate
'Cause I know that everybody's thinking it
When the light's, out

Shame, on me
To need, release
Uncontrollably

I-I-I wanna go-o-o all the way-ay-ay taking out my freak tonight
I-I-I wanna show-o-o all the dir-ir-irt
I got running through my mind
Wo-oh-oh
I-I-I wanna go-o-o all the way-ay-ay taking out my freak tonight
I-I-I wanna show-o-o all the dir-ir-irt
I got running through my mind

Wo-oh-oh

Lately people got me all tied up
There's a countdown waiting for me to e-rupt
Time to blow, out
I've been told just what you do with it
We keep both my hands above the bla- blanket
When the light's, out

Shame, on me
To need, release
Uncontrollably

I-I-I wanna go-o-o all the way-ay-ay taking out my freak tonight
I-I-I wanna show-o-o all the dir-ir-irt
I got running through my mind
Wo-oh-oh
I-I-I wanna go-o-o all the way-ay-ay taking out my freak tonight
I-I-I wanna show-o-o all the dir-ir-irt
I got running through my mind

Wo-oh-oh

Shame, on me (shame on me)
To need, release (to need, release)
Uncontrollably (uncontrollably, -lably, -lably, -lably)

I-I-I wanna go-o-o (I wanna go) all the way-ay-ay taking out my freak tonight
I-I-I wanna show-o-o (I wanna show) all the dir-ir-irt
I got running through my mind
I-I-I wanna go-o-o all the way-ay-ay taking out my freak tonight
I-I-I wanna show-o-o all the dir-ir-irt
I got running through my mind

Wo-oh-oh


                                      Hold It Against Me




Hey over there
Please forgive me
If I'm coming on too strong
Hate to stare
But you're winning
And they're playing my favorite song

So come here
Little closer
Wanna whisper in your ear
Make it clear
Little question
Wanna know just how you feel

If I said my heart was beating loud
If we could escape the crowd somehow
If I said I want your body now
Would you hold it against me

Cause you feel like paradise
And I need a vacation tonight
So if I said I want your body now
Would you hold it against me

Hey you might think
That I'm crazy
But you know I'm just your type
I might be little hazy
But you just cannot deny

There's a spark inbetween us
When we're dancing on the floor
I want more
Wanna see it
So I'm asking you tonight

If I said my heart was beating loud
If we could escape the crowd somehow

If I said I want your body now
Would you hold it against me

Cause you feel like paradise
And I need a vacation tonight
So if I said I want your body now
Would you hold it against me

If I said I want your body
Would you hold It against me

(Yeah) (Uh huh) (Oh)

Gimme something good
Don't wanna wait I want It now (na-na-now)
Pop It like a hood
And show me how you work It out

(Alright)

If I said my heart was beating loud

If I said I want your body now
Would you hold it against me

If I said my heart was beating loud
If we could escape the crowd somehow
If I said I want your body now
Would you hold it against me

Cause you feel like paradise
And I need a vacation tonight
So if I said I want your body now
Would you hold against me

Kenangan Yang Terindah

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info
          Tik....tik...tik....!!!Bunyi hujan turun dengan derasnya.”uh sebel deh,kalo tau hujan,mendingan tadi bawa payung”ujar Sheni bersungut-sungut.Sheni memang paling benci sama hujan karena gara2 hujan ia jadi trauma sekaligus dibenci oleh cowok idamannya.Sheni teringat akan masa lalunya,disaat hujan begini....
        “Vid,aku suka sama kamu!”
         Sheni mendengar suara seorang perempuan yang sedang berbicara dengan seorang cowok,ternyata cowok itu adalah David.David memang terkenal diantara para cewek2 disekolah ini karena ketampanan nya.Yach patah hati dech,pikir Sheni.Tapi ia penasaran sama cewek yang berani menembak David,biasanya kan cowok.Sheni mengintip dari balik dinding,Sheni terbelalak,ternyata Vela cewek cantik disekolah ini.Wah kalau mereka jadian banyak yg patah hati nich termasuk aku,mereka sangat cocok sekali,bayangin aja si Cantik & si Tampan,dibandingin dengan aku yg hanya orang biasa2 aja, batin Sheni.Tanpa terasa air matanya jatuh di pipi.
         “hei ngapain kamu disini?”bentak Vela.Sheni terkejut mendengar bentakan Vela cepat2 ia hapus air matanya,duh malu banget deh pikir Sheni.
         “maaf yach!”

         “apa?kamu bilang maaf?”jawab Vela.Sheni hanya diam,dia melihat David hanya tertawa saja.Setelah peristiwa itu Sheni jadi sangat benci hujan.Mungkin mereka berdua sudah jadian & Sheni jadi patah hati.Sheni memainkan air hujan,setelah puas ia duduk dibangku depan kelasnya.
        “uh bete!lebih baik aku baca majalah aja daripada bengong”pikir Sheni iapun mengambil majalah ditasnya.Ha..ha...ha...!!!Wah ceria banget tu cowok  Sheni menggumam sendiri,ia pun menoleh.Ha?ternyata David.Sheni pura2 tekun membaca takut kalau David mengenalinya.
        “Vid,aku duluan yach!”ujar salah satu teman David.
        “Vid mau ikut kami mandi hujan?”sambung teman yg lainnya.
        “nggak ah nanti sakit”David menolak ajakan temannya.
        “kalau begitu kami duluan yach” David hanya mengangguk,mereka pun pergi meninggalkan David sendiri.David duduk disebelah Sheni.Uh,cepatlah hujan berhenti biar aku bisa pulang kata Sheni dalam hati.Tanpa sengaja David menoleh kearah Sheni,Sheni menundukkan kepalanya.Hujan masih turun dengan derasnya,sementara murid2 lainnya sudah pulang semua.Tinggal ia & David saja yg ada disana.
        “menunggu siapa Shen?”tanya David sambil memakai jaketnya.Memang cuaca dingin banget,Sheni merasakan kalau badannya menggigil kedinginan.Sheni pun akhirnya menoleh kearah David,wah David makin gagah aja pikirnya.
        “lagi nunggu hujan berhenti”jawab Sheni.Lama mereka berdua diam,baik David maupun Sheni tidak ada yg mau bicara.
        “dingin banget ya!”akhirnya David membuka pembicaraan yg kaku ini,ia pun memeluk tubuhnya sendiri,Sheni hanya diam.
        “eh,tu hujan bukannya mau reda tapi malah tambah deras aja nich!”David pun beranjak dari tempat duduknya & monadr mandir.
        “Shen,waktu itu lagi nangis kan?kenapa memangnya?”tiba2 David bertanya tentang peristiwa waktu itu.Ternyata ia ingat juga nih,wah kalau dia tau sebabnya gawat nich  batin Sheni.
        “nggak ada2 kok”kilah Sheni,dia takut kalau David tau yg sesungguhnya.David hanya mengangguk.
        “Shen,boleh aku ngomong sama kamu,tapi kamu jangan marah”ujar David & menatap Sheni dengan serius.Melihat David serius ia jadi grogi.
        “i...iya!”jawab Sheni terbata-bata.
        “hm...,apa kamu udah punya pacar?”
        Sheni kaget sekaligus senang,tapi ia heran tidak seperti biasanya David berkata begitu.Akhirnya Sheni menggeleng,melihat Sheni menggeleng David pun tersenyum.Sheni makin bingung dibuatnya.
       “begini Shen,sejak pertama kali lihat kamu aku...!”David tidak meneruskan kata-katanya,Sheni pun jadi ketakutan,ia pun sudah tau jawabannya.Pasti David benci banget samanya,Sheni pun menunggu kata2 David lagi.
        “Shen aku....sebenarnya aku sayang sama kamu”akhirnya David meneruskan kata2nya.Sheni pun terdiam,tidak mungkin David menyukainya.Tapi bukannya David sudah punya pacar?yaitu Vela,pikir Sheni.Tiba2 bunyi petir sangat kuat sekali,tanpa sadar ia sudah ada dipelukan David.David pun mengelus rambut Sheni yg panjang dan menenangkannya.
       “sudah,nggak usah takut”kata David tersenyum.Sheni melepaskan pelukannya.
       “maaf ya Vid”kata Sheni malu,mukanya pun menjadi merah.
       “nggak apa2 kok,eh Shen apa kamu juga sama aku?”Sheni pun terdiam,ia memang suka sama David,tapi...
       “eh bukannya kamu sama Vela?”David hanya tertawa mendengar pengakuan Sheni,Sheni jadi salah tingkah.
       “Sorry Shen,kamu tau darimana kalau aku sama Vela?”
       “wakti itu!”
       “oh jadi waktu itu kamu ngintip omongan kami yach?”
Sheni tertunduk malu diapun hanya diam.
       “hmmm aku tau sebabnya kenapa kamu menangis waktu itu,patah hati yach?”kata David sok tau,Sheni semakin menundukkan kepalanya.
       “sebenarnya waktu itu aku nggak jadian sama Vela,terus apa jawabanmu soal yg tadi?”
Mendengar perkataan David barusan Sheni mendongakkan kepalanya & tersenyum.
      “kalau gitu,sebenarnya aku juga suka sama kamu”akhirnya Sheni menjawab pertanyaan David dengan malu2.
      “benarkah Shen?”
Daavid sangat senang sekali mendengarnya,Sheni hanya mengangguk.Saking girangnya dengan jawaban Sheni,David langsung memeluknya.
       “eh Shen,hujannya udah agak reda,kita pulang yuk!lagian hari udah siang”David melepaskan pelukannya.Sheni melihat arloji ditanganya,memang hari sudah siang sekitar pukul 14.00 wib.Tanpa pikir panjang,David menarik tangan Sheni & mengajaknya ketengah lapangan.
      “eh Vid,masih hujan loh,nanti sakit”kata Sheni khawatir.
      “sudah deh gak apa2,sekali2 bolehkan main hujan-hujanan,berduaan lagi!”jawab David tertawa.David melepaskan jaketnya & memakaikannya dengan Sheni.
      “makasih yach”ujar Sheni & dibalas dengan senyuman oleh David.Ketika mereka sampai ditempat parkir,Sheni terkejut karena mobil yg biasanya dipakai oleh David sudah tidak ada.Tetapi,David hanya tenang2 saja.
      “Vid,mana mobilmu?Jangan2 dicuri orang lagi”tanya Sheni,Sheni jadi takut.
      “tidak Shen,mobilku gak kubawa,aku hanya bawa motor,itu motornya”jawab David sambil menunjuk motornya.David pun menghidupkan mesin motornya & berhenti didepan Sheni.
       “naik Shen!”kata David,Sheni pun mengikuti ucapan David.Terima kasih hujan,karena gara2 kamu aku dapat pria idamanku selama ini.sekarang aku gak benci lagi sama kamu pikir Sheni dalam hati,mereka pun meninggalkan sekolah yg menjadi saksi mereka hari ini.


Diantara 2 Cowok Idaman

Free Music Online
Free Music Online

free music at divine-music.info
Cerita ini aku buat saat masih SMA dulu, kalau lagi gurunya gak masuk kekelas aku sempatin buat ngarang ceritanya, hasilnya tara...jadilah cerita bersambung ini...saat aku kasih ketemen-temen, mereka pada giliran membacanya, senang deh....kalau ingat masa itu jadi senyum-senyum sendiri hehehe.... cerita ini juga diposkan ke sini http://www.wattpad.com/stories/search/diantara%25202%2520cowok%2520idaman

Sinopsis
Chizumi Shinohara adalah seorang gadis yang biasa-biasa saja. Ia mempunyai 2 idola seperti para gadis lainnya. Idola yang pertama adalah Rei Matsura yang seorang artis terkenal masa kini.Sedangkan idola yang kedua adalah Reo Sahara yang sangat populer disekolahnya.Tanpa disangkanya bahkan iapun tak berani membayangkannya, ia dapat berkenalan lebih dekat dengan keduanya.Hingga suatu hari keduanya menyatakan cinta.Siapa yang akhirnya yang akan dipilihnya????
                                         @@@@@@
              
Namaku Chizumi Shinohara,biasa dipanggil chizu.Kalian pasti heran kan?kenapa namaku spt org Jepang,jawabnya krn pd waktu itu ibu melahirkanku di Jepang saat ada tur keluarga.Tapi sayang,ayahku tlh meninggal saat ke2 adik kembarku msh dlm kandungan.Jadi,ibu hrs membesarkan kami seorg diri.Utk menghidupi kami,ibu bekerja di sebuah rmh sakit sbg recepsionish.Krn gaji ibu pas-pasan utk makan,aku jg bekerja utk membantu ibu. Oh yach,satu hal lg,kalian jg pasti punya cowok idola kan?Begitu pula dgn ku,aku punya 2 cowok idola.Yang pertama namanya Reo Sahara,org nya paling tampan & kaya di sekolah ini,jg termasuk anak yg pintar.Yg ke2,namanya Rei Matsura,nach kalau yg ini adalah pangeran impianku,Rei tak kalah menarik & tampan dr Reo loch.Rei jg seorg artis, jd banyak yg naksirnya,semua cewek pd tergila-gila ke pd nya(termasuk aku he,he,he...).Walaupun mrk itu adalah super star,tp bagiku tak mudah utk menjangkaunya,aku hanya bisa melihatnya dr jauh.
                   Aku bersekolah di smu teratai,sekolah ini adalah sekolah yayasan milik ayahnya Reo.Sekolah ini terkenal  sbg sekolah favorit & bayarannya lumayan mahal,serta siswa2nya kaum borjuis semua.Semula aku protes kepd ibu yg memasukkan ku kesekolah ini,tp menurut beliau sekolah ini  adalah sekolah terbaik di kota ini.Jd masuklah aku ke sekolah ini.
                  Pagi ini merupakan hr yg cerah,krn masa libur panjang sdh berlalu,saatnya memasuki semester baru dikelas 3.Aku pun cepat2 melihat papan pengumuman,berharap aku bisa sekelas dgn Reo.Tp ini benar2 malang bagiku,Reo tdk sekelas dgn ku.Kalau  dihitung2 dr kelas 1-3 aku tdk pernah sekelas dgnnya.Aku merasa lemas dan ingin cepat2 pergi.
                 “Chizu,kita sekelas lg loch,senangnya!”tiba2 sahabatku Nanami memeluk ku dr belakang,aku pun kagetku.Huh,org yg tdk diharapkan malah sekelas,sedangkan org yg ku harap2kan malah tdk sekelas,gerutuku kesal.Akupun tersenyum kepd Nanami,kemudian kami pun menuju ke ruang kelas.
                    “Chizu,thn lalu aku ikut klub renang loch!Tp thn ini aku memilih klub pecinta alam       saja dech!”kata Nanami.Aku jg ,thn lalu aku ikut klub drama,tp thn ini aku msh bingung mau pilih klub apa.
                      “eh chizu,apa kamu udah dapat klub?”tanya nanami,aku hanya menggeleng.
                       “gimana,kalo kamu ikut klub pecinta alam saja?”nanami menawarkan,aku pun tertarik dgn ide nanami,lalu kami sama2 mendaftar ke klub yg di inginkan. 
***
                          “kak chizu,jgn melamun donk!”adikku Miu mengagetkan ku.Akupun melht adikku lg bermain bersama saudara kembarnya yaitu Fred.Aku tersentak dr lamunanku,aku hrs kerja.Akupun berganti pakaian & menyisir rambutku apa adanya,lalu aku mengajak ke2 adikku ke tempat ibuku kerja,biasanya mrk di titipkan disana.Dijalan,adikku sibuk bertengkar memperebutkan mainan.Aku melerai mrk,aku menasehati Miu agar jgn merampas mainan Fred saudara kembarnya.Walaupun mrk kembar,tp mrk tdk pernah akur.Tdk selamanya mrk bertengkar,buktinya mrk selalu kompak bila bertengkar dgnku.Aku menghela nafas lega,ketika adikku sdh di titipkan ke ibu.Sebelum pergi,mrk biasanya minta di belikan makanan kesukaan mrk yaitu cokelat dan permen.                                      
                             Aku bekerja di sbh toko roti  yg jg menjual berbagai macam kue,ice cream & cokelat.Aku nenarik kursi untuk duduk sambil menunggu pembeli datang.Tiba2 ada seorg cowok memakai kacamata,rambutnya awut-awutan serta memakai topi duduk di depan toko.Aku tdk menghiraukannya & terus melayani pembeli.Tetapi semakin aku perhatikan,cowok ini mirip sekali dgn Rei Matsura cowok idolaku.Akupun mencoba menyapanya.
                            “selamat siang,ada yg bisa saya bantu?”sapaku ramah,cowok itu hanya diam.Aku berfikir,mungkin dia ini Cuma numpang duduk,tampaknya dia hbs kerja berat,toh spt nya dia org miskin sama spt ku.Pakaian nya saja tampak lusuh,akupun meninggalkannya.
                              “tunggu!”kata cowok itu,akupun menghentikan langkahku.  
                              “ada apa?”tanyaku.          
                              “aku mau beli kue black forest!”jawab cowok itu.aku mengambilkan kue yg di pesannya.ketika mau membayar,cowok itu tampak gelisah.
                              “ada apa?”tanyaku utk yg kesekian kalinya.aku tahu,mungkin cowok ini uangnya kurang pikirku
. “kamu, pasti uangnya kurang kan?tp krn aku berbaik hati aku akan membayar separuhnya”
cowok itu kaget,aku jg kaget,tak menyangka akan berkata seperti itu,lantaran gara2 dia Cuma mirip Rei                             
Matsura.Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepadaku.Aku menepuk kepalaku sendiri,aku lupa titipan adikku.Sekarang uangnya sudah habis,aku pulang dgn lesu,kalau adikku tau aku tdk membawa titipan mrk.pasti mrk sdh siap dgn wajah cemberut mrk yg lucu sekali.
                                                                 ***                                                                
                    Pagi ini udara sangat dingin sekali.Ayam pun enggan berkokok,kupaksakan mataku utk melek & dan bangun.Kulihat ibu sdh menyiapkan sarapan pagi.
                     “Chizu,coba kamu bangunkan Fred & Miu!”kata ibu.Aku menuruti kata-kata ibu.Kubangunkan Fred & Miu,tp tampaknya mrk msh kesal kepdku.Aku berpamitan kepd ibu & pergi kesekolah.Disekolah anak2 mulai banyak tg datang.Aku menuju kekelas,Nanami langsung menghampiriku ketika aku duduk dibangku.Nanami lalu berkata,kalau nanti siang ada pertemuan pertama di klub pecinta alam.
***
Aku & Nanami menuju ruang klub pecinta alam,disana sdh banyak anak2 yg menunggu.Sengaja kami memilh bangku depan agar tdk ketinggalan berita.Aku duduk sambil melamun,melamunkan adikku & dan cowok kemarin. Nanami menepuk pundakku,akupun kaget.Lalu Nanami menunjuk kedepan,ku ikuti arah telunjuk Nanami.Ha?aku
terkejut setengah mati,ternyata cowok yg berdiri didepan adalah Reo Sahara.Wah beruntung sekali aku msk pecinta alam,pikirku.Reo mulai bertanya kepd anak2,aku tdk menyimak pertanyaannya,tp aku malah mengaguminya.Ketika sampai giliranku Reo mulai bertanya
                “ Chizumi Shinohara,mengapa kamu masuk klub ini?”karena aku sibuk memperhatikannya,aku malah menjawab asal-asalan.
                 “karena aku suka padamu”mendengar jawabanku,semua anak-anak cowok pd tertawa,tdk terkecuali dgn anak2 cewek mrk pd marah.Aku sadar sendiri dgn ucapanku,mukaku sangat merah sekali menahan malu.Terlebih lagi aku melihat Reo pd ketawa.
                  “ma...maaf,maksudku aku suka alam & kemping.jawabku gugup.Aku melihat Nanami,dia sangat heran trs menatapku.
                  “wah,kamu hebat chizu!bisa berkata spt itu”komentar Nanami.
                  “a...aku,aku jg bingung kenapa aku berkata seperti itu” aku mencoba menjelaskan.
***
                  Kenapa aku bisa mengatakan hal sebodoh itu makiku  saat menunggu toko,aku tampak lesu sekali.
                  “hai”cowok kemarin menyapaku.Aku tdk  mempedulikannya,toh gara2 dia aku jd dicuekkin oleh adikku.”jangan sewot gitu donk”kata cowok itu. “mau beli apa?”tanyaku.
                  “hm...dtk beli apa2,tapi aku mau mengembalikan uangmu yg kemarin.”tanya cowok itu sambil mengeluarkan uangnya.”tidak usah dikembalikan kok,aku ikhlas”aku menolaknya.cowok itu malah memaksa aku utk mengambilnya,terpaksa aku ambil jg,lumayan buat beli cokelat,pikirku.Aku ingin mengucapkan terima kasih tp cowok itu sdh pergi.Yach lain kali aja,aku menggumam sendiri.
***
                   Minggu ini merupakan hr yg cerah,kuajak Fred & Miu jalan ketaman bermain.Fred & Miu tdk marah lagi kepadaku,krn kemarin sdh ku belikan cokelat.  
                    “kak Chizu,Miu capek”rengek Miu.
                    “iya kak,Fred jg capek”tambah Fred.Aku berkeliling mencari tempat duduk.Disudut taman ada bangku panjang yg disebelahnya ada pohon rindang,disanalah kami duduk.
                    “hai”seorg cowok menyapaku,aku menoleh ternyata cowok kemarin ,aku hanya tersenyum.
                    “lg jalan2 sama adik yach?”tanya cowok itu,aku hanya mengangguk.
                    “boleh kenalan kan?”tanya cowok itu lagi.
                     “namaku Rui,kamu siapa?”cowok itu menjabat tanganku.
                     “aku Chizumi Shinohara”jawabku singkat
                     “mirip nama orang jepang yach!”komentar Rui.
                     “ya,mungkin karena aku lahir di Jepang kali yach!”aku menjawab pertanyaannya sambil melihat Miu lgbermain sama Fred. “oh yach,thank’s ya buat yg kemarin”kataku lg.Rui hanya mengangguk “eh Chizu!kenapa kamu mau bayarin aku,padahal kita blm kenal”kataRui tiba2.
                       “oh...itu krn kamu mirip cowok idolaku”
                        “siapa?”
                        “Rei Matsura!”jawabku singkat.Rui hanya ketawa.”kenapa?”tanyaku risih.
                         “oh,tidak apa-apa”
Percakapan kami terhenti saat Fred & Miu merengek ingin naik bainglala.Akupun mengiyakan,Rui ikut jg dgn kami.Baru beberapa detik kenalan sama Rui,Fred & Miu sdh akrab dgn nya.
***
                          Pagi ini terasa berat utk pergi kesekolah,walaupun pagi ini cuacanya cukup cerah,aku enggan utk berjalan.Apalagi kalau sdh berada diruang klub,rasanya malas utk ketemu Reo gara2 kejadian kemarin.Namun ku paksakan utk berjalan,di ruang klub Nanami sdh menungguku.
                         “Mi,Reo ada gak?”tanyaku,Nanami hanya menggeleng.Akupun merasa lega,selang beberapa menit Reo dtg.Aku jd tdk enak,rasanya badanku panas sekali,Nanami merasa kasihan melihatku.
                         “hm..utk pertemuan yg kedua ini,kita akan mengadakan latihan panjat dinding.”kata Reo.
                         “ha?”ujar kami serempak.
                         “apa gak gila?”celetuk Nanami yg gak sabaran ingin berkomentar.Reo hanya tersenyum
                         “maksudku,anggaplah panjat dinding itu adalah latihan utk mendaki gunung.”jelas Reo.Kami hanya menghela napas,habis Reo adalah ketua pecinta alam.Kami semua menuju kelapangan & mulai latihan.Anak2 mencobanya & berhasil semua,termasuk Nanami dia tampak kegirangan.Saat tiba giliranku,aku tampak gugup krn aku blm pernah latihan.Aku ingin berkata kepd Nanami,tp tampaknya dia terlalu gembira.Aku hanya berdiri depan dinding tsb.Duh,bagaimana ini,pikirku.
                           “Chizu,kamu kenapa?”tanya Reo,aku tdk menjawab,badanku gemetaran.
                           “oh,kamu tdk bisa panjat dinding ya?”tanyanya lg
                           “iya”
                           “tdk apa-apa kok,kalau kamu gak coba kamu gak akan bisa terus”
                           “ta...tapi”
                           “aku yg jagain kamu,biar gak takut”Reo menarik tanganku,terpaksa aku menurutinya.Aku msh tampak ragu2.kulihat Reo terseyum manis kepadaku.Melihat senyumnya,aku merasa punya semangat.Akupun mencoba,semula aku bisa,tahap demi tahap aku lewati.Saat sdh tinggi,aku merasa capek,tanpa sengaja aku melihat kebawah,sadar aku berada di ketinggian aku malah jd takut kembali.Mungkin krn takut,aku salah menginjak.Akhirnya aku jatuh,aku merasa sdh tdk di dunia lagi.Saat aku membuka mata,ternyata aku sdh berada di pelukan Reo.Aku merasa mataku berputar-putar & berkunang-kunang,akhirnya aku pingsan lagi.Kali ini aku sadar betulan,aku sudah berada diruang UKS.Nanami berada disampingku sambil mengipasiku.
                “Chizu,kamu sudah siuman”seru Nanami.
                “eh memangnya aku kenapa?”
                 “kamu tadi pingsan,lalu digendong Reo ke UKS”
                 “Reo?”
                 “iya Reo,kamu harus berterima kasih padanya”Nanami membantuku berdiri.
                  “tapi,Reo sdh pulang duluan”lanjut Nanamu.Dahulu aku mempermalukannya diruang klub,kedua aku ditolongnya,aku hrs minta maaf & berterima kasih kepdnya,tekadku.Aku pulang sendirian,tanpa sengaja aku berpapasan dgn Rui.
                  “eh habis dr mana?”tanya Rui
                   “dr klub pecinta alam”
                   “enak ya kamu bisa sekolah,sedangkan aku hrs kerja”kata Rui,tampaknya dia menyimpan sesuatu.Aku hanya tersenyum,tak punya komentar apa2.
                    “Chizu,mau pulang?”tanya Rui lagi.Aku hanya mengangguk,Rui menawarkan utk mengantarku,akupun tak keberatan.
***
                      “masuk,tidak.masuk,tidak!”aku menghitung jari  tangan.Tepat jari yg kesepuluh kata masuk,akupun akhirnya masuk.Kulihat Reo sdh dtg.Kami berkumpul di lapangan utk latihan yg selanjutnya.Aku merasa capek,kemudian aku duduk dibawah pohon rindang.Aku memperhatikan anak2 sdg latihan,tiba2 Reo berjalan kearahku & duduk disampingku.Jantungku berdegup kencang saat dia berada disampingku.
                      “Chizu,sepulang dr klub aku ingin berbicara dgnmu!”jantungku semakin berdetak tak karuan,aku hanya bisa mengangguk.
                      “kalau setuju,aku tunggu didepan gerbang sekolah”kata Reo lg,diapun meninggalkan ku sendirian.Wah,rasanya hatiku senang sekali,nanti disana dia akan bilang apa yach?pikirku sambil tersenyum sendirian.Aku setengah berlari menuju gerbang sekolah,takut Reo sdh menunggu.Saat tiba disana ku lihat Reo belum datang.Tidak berapa lama Reo pun datang.
                     “sorry,udah lama nunggunya?”
                     “tidak kok,aku jg baru datang”
                     Reo menarik tanganku,ku ikuti saja dia.Kami berhenti ditaman,kemudian kami berbicara dibawah pohon rindang.Reo memulai pembicaraannya.
                     “Chizu sebenarnya aku sayang sama kamu...!”Aku sangat kaget mendengarnya.                 
                   “maukah kamu jd pacarku?”rasanya spt mimpi Reo minta aku jd pacarnya.Tapi aku msh bingung,pasti dia punya maksud lain.
                    “hm...sebenarnya aku senang mendengarnya,tapi...!”aku terdiam utk beberapa saat,aku msh memikirkan kata2 tepat utk menjawabnya.
                   “tapi apa?”kata Reo penasaran.
                   “tapi aku tak bisa membalas perasaanmu!”
                   “kenapa?apa kamu sudah punya pacar?”
                   “belum”
                   “lalu kenapa kamu tak bisa jd pacarku?”
                    “karena aku & kau tak mungkin pacaran,bayangkan kita baru berkenalan,aku belum begitu mengenalmu”jelasku.Kuharap dia mengerti apa yg kuucapkan.Reo tersenyum saat mendengar ucapanku.
                    “baik aku mengerti,tapi...kau hrs tau,sejak dr dulu aku mengenalmu,sekarang begini saja,izinkan aku utk jd temanmu.”ucap Reo,aku langsung setuju.
                    “tapi...suatu saat nanti kau akan mengerti perasaanku,& saat itulah kau tidak akan menolakku lagi,ok?”Reo menyodorkan tangannya kepadaku yg langsung ku sambut.
                     “oke...deh!”jawabku,kamipun tersenyum.
***
                      “bisa diam sedikit,Fred,Miu!”bentakku kepadaku ke-2 adikk saat berada di rumah.Namanya saja anak kecil,tetap saja mrk ribut.Aku jd pusing sendiri,manalagi ibuku belum pulang.Aku punya ide,kuajak adikku ketaman bermain agar mrk tidak ribut lg.Fred & Miu sangat senang sekali.Kami keliling taman bermain,Fred & Miu menarik tanganku,mrk inginnaik bianglala.Akupun mengabulkan,kami bergegas menuju tempat karcis.Saat menuju kesana,kami melihat banyak org berkerumun.Aku bertanya pd salah seorg yg berkerumun tsb,org itu menjawab kalau ada syuting film.Fred & Miu jg ingin melihat,akhirnya kamipun bergabung.Saat mobil Lymosin hitam berhenti di lokasi syuting.Semua terpana,ternyata yg turun itu adalah Rei Matsura.Akupun ingin minta tanda tangannya,tapi yg jd fansnya bukan aku saja,semua anak2 cewek yg berada disana pd ngefans semua.Aku terhimpit oleh banyak org,mrk ingin melihat idolanya dr dekat.Aku akhirnya mengalah & keluar dr kerumunan.Aku sedikit kecewa,krn tdk dpt tanda tangan Rei Matsura.Kami beristirahat di bawah pohon rindang,Fred & Miu merengek minta di belikan minuman & cokelat.Saat aku merogoh tasku,ternyata uangku hilang saat berkerumun td.Aku melirik adikku,kasihan mrk pikirku.
                      “Chizu?”seseorg menyapaku ternyata Rui.
                       “kok muram?ada apa?”
                        “ini,uangku hilang saat berkerumun ingin melihat Rei Matsura.Kasihan Fred & Miu,tampaknya mrk    
Haus”keluhku,Rui hanya manggut2.
                     “tunggu sebentar yach!”Rui meninggalkan kami.
                     “kak Chizu minumnya mana?”tanya Fred & Miu,aku jd bingung.
                      “halo Fred,Miu!”seorg cowok tak dikenal menyapa adikku. Aku tdk bisa melihat wajahnya krn ditutupi topi.  ”kalian haus kan?nich kakak kasih minum & cokelat”cowok itu menyodorkan minum & cokelat kepd adikku.Tapi aku mencegahnya.
                      “maaf,anda siapa yach?”tanyaku,Cowok itu membuka topinya,wah...ternyata Rei Matsura idolaku,Akupun merasa terbang,saat tau Rei Matsura berada tepat didepan mataku.
                       “Re...iii Matsura kan?benar ini kamu?”teriakku kegirangan.Rei hanya tersenyum manis.Saat itu aku teringat akan sesuatu,aku langsung bertanya.
                       “Rei,dr mana kamu tau nama adikku?”tanyaku curiga.
                       “aku bahkan tau namamu”ujar Rei,yg tambah bikin aku jd penasaran.
                       “ha?tau...namaku jg?”kataku kaget,Rei lalu mengajakku kesebuah rumah-rumahan.Disana,dia lalu memasang topi & kaca mata kemudian rambutnya diacak-acaknya.Saat sdh selesai,aku kontan berseru,krn wajahnya sdh tdk asing lg bagiku.
                      “Rui?”
                      “ya inilah aku”
                      Aku terdiam,ternyata selama ini aku berteman dgn seorang Artis.Rui yg kukenal selama ini adalah Rei Matsura artis idolaku.
                      “kenapa?kaget yach?”tanya Rei membuyarkan lamunanku.
                      “iya aku kaget sekali,habis...Rui yg kukenal selama ini ternyata Rei yg sering muncul di TV”
                       “nggak apa-apa,tapi krn kamu sdh tau siapa aku...kau hrs merahasiakan identitasku yg sebenarnya,ok?”janji Rei,akupun setuju saja.Memang sich...sbg seorg publik figur Rei tdk bisa bebas kemana-mana,krn banyak paparazy yg mengincarnya,belum lagi fans beratnya yg mengejarnya kemanapun ia pergi,dan tentunya ia hrs menyamar agar bisa bebas dr itu semua,aku sangat memakluminya.
                         “kak,katanya mau naik bianglala!”rengek Fred & Miu.Mrk tdk lupa menagih janjinya.Wah bagaimana ini,uangku sdh hilang,pikirku kebingungan.Sepertinya Rei mngerti apa yg kupikirkan,dia lalu mengajak ke2 adikku ketempat pembelian karcis & memesan 4 lembar,kemudian kamipun naik bersama-sama.Aku merasa sangat bahagia sekali betapa tdk,soalnya aku kenal dekat dgn Rei.Kalau fans beratnya Rei tau,mungkin aku sdh jd bulan-bulanan mrk.Aku mengingatkan Rei kalau dia msh hrs syuting film,tp Rei  mengatakan kalau ia sdh selesai syuting.Rei mengantarkan kami pulang kermh,sebelum pergi Rei tdk lupa memberi cokelat lagi pd Fred & Miu.
                        “thank’s yach,udah mau nganter kami sampai rmh” ujarku ketika sdh sampai di depan pintu rmh.Rei hanya mengangguk,kemudian dia memutar mobilnya dan berlalu dr hadapanku.
                         “kak,org yg tadi itu kak Rei yach yg sering muncul di TV.”tiba2 Fred berkata,yg membuatku  kaget.
                           “yach benar, itu kak Rei yg artis lg top sekarang”Miu pun ikut menimpali.Aku langsung menutup mulut mrk ber2 saat ibu melihat kami.
                           “eh kalian udah pulang!Loch kenapa Fred & Miu?”tanya ibu.
                           “ti...tidak ada apa-apa kok bu!”
                           “benar?”
                            “ya benar!”kataku dgn sedikit terseyum seolah-olah tdk ada yg terjadi,aku langsung meninggalkan ibuku & mengeret adikku,saat tiba dikamar,aku berkata berbisik-bisik.
                            “Fred,Miu ini rahasia kita”.
Fred & Miu saling berpandangan kemudian mrk mengangguk.
                             “begini yach!kalian sdh tau kak Rei,kalau manggil kak  Rei panggil aja kak Rui”.
                              “kanapa panggil kak Rui?”tanya Miu.Duh,aku menepuk kepalaku sendiri,susah kalau ngomong sama anak kecil.
                              “pokoknya hrs kak Rui,ok?ngertikan apa yg kakak ucapkan!”
                              “tp ada cokelatnya nggak?”kata Fred.Wah kepalaku tambah pusing aja.Aku hanya mengangguk,Fred & Miu tampak girang sekali,mrk lalu berlari2 keluar kamar & bermain lagi.Apa bisa dipercaya yach Fred & Miu?pikirku.mrk pasti tdk mengerti ucapanku,wajar sj mrk msh TK.Tp bila sdh dikasih cokelat mrk akan tutup mulut.
***
                         “Berita besar,kemarin Reo nembak Chizumi”akupun tersedak minuman saat makan bersama Nanami,memang sekolah kami ada klub penyiaran berita/pres,bila ada gosip sedikit pasti akan disiarkan melallui TV dikantin yg sdh disiapkan.Setiap hr beritanya beda2 tp msh seputar sekolah.Anak2 yg ada dikantin menonton TV.Aku tdk percaya melihat yg ada di TV tsb,topiknya yaitu Reo & aku.Kulihat di TV itu Yamada menyiarkannya dgn semangat.
                        “tp sayang,Reo ditolak oleh Chizu,sekian dulu berita dr kami,bila ada berita terbaru dr mrk berdua kami akan menyiarkannya!”.semua anak2 melihatku,aku jd salah tingkah.          
                        “Wah,Kamu hebat Chizu!Ditembak oleh Reo!”Nanami tersenyum bangga padaku,aku hanya nyengir.
                        “tapi,kenapa kamu menolaknya?”tanyanya lagi.
                       “itu....!”
                       “setau saya,banyak sich cewek yg nembak dia tp blm pernah ada yg diterima,Reo jg,dia blm pernah nembak cewek,Chizu kamu cewek pertama yg ditembaknya loch!”Nanami menjelaskan.Jd aku cewek pertama yg di tembaknya,tp sekaligus patah hati,kasihan Reo,pikirku.Padahal dia cowok yg ceria & keren disekolah ini.Tp gara2 kejadian di TV itu bisa membuat popularitasnya turun drastis,duh aku hrs bagaimana?tiba2 terlintas dipikiranku yg membuat kekacauan ini adalah Yamada.Yamada tanpa sepengetahuanku & Reo telah menyebarkan gosip.   
               “Yamaadaaaa!!brengsek,sialan!”makiku,aku meninggalkan Nanami sendirian dikantin,aku menuju keruang klub siaran berita.
                “Yamada,kau hrs bertanggung ja...!”kata2ku terhenti,saat kubuka pintu ternyata disana ada Reo yg lg emosi pd Yamada.
                “Reo?”
                “Chizu?”Reo balik bertanya,”kau pasti sdh lihat tontonan pagi ini!”aku hanya mengangguk,kemudian menghampiri mrk.
                 “Yamada kali ini kau kuampuni,tp bila kau bikin gosip lg tentang kami,nich...!”Reo menyodorkan tinjunya tepat didepan mata Yamada.Yamada hanya nyengir, aku jd mersa kasihan melihat Yamada.
                 “Reo,kupikir kesalahan ini bukan sepenuhnya oleh Yamada!”aku coba menangkan Reo yg sedari td emosi.
                 “iya jg sich”emosi Reo mulai mereda.
                  “Yamada cuma menyiarkan bukan mencari gosip”kataku lg.
                   “i..iya,chizu benar.aku hanya menerima,yg cari berita itu anak buahku!”Yamada membela diri.Reo mulai mengerti,Reo meminta rekaman kaset td pagi,kemudian dia memberikannya padaku,katanya bila dia menyimpannya nanti ada gosip lg,lebih baik aku menyimpannya.Aku jd semakin kagum saja kepada Reo,ternyata dia cowok yg bertanggung jawab.Aku menatap Reo lekat2”kenapa?”tanya Reo.
                 “Ah,tdk apa2 kok!tp aku merasa bersalah krn tlh menyusahkanmu”Reo tersenyum.
                 “itu tandanya kau mulai suka padaku kaaan!”goda Reo.
                  “ti...tidak kok”aku menyangkal”maksudku,gara2 aku,kamu jd dibenci sama cewek disekolah ini”
Reo menatapku,aku jd tdk berani memandang matanya & hanya bisa menunduk.Reo meraih tanganku
                   “chizu,dengar baik2 yach.Meski aku dibenci oleh cewek2 sedunia ini,tp asal jgn kamu tg membenciku,karena aku sangat mencintaimu!”
Aku hanya diam,tidak bisa berkata,aku jd semakin merasa bersalah kepada Reo.Seandainya Reo tdk mengenalku,mungkin semua ini tak kan terjadi.Seharusnya Reo cowok yg aku cintai,tp malah cowok lain yg tidak bisa kugapai yg selalu kucintai.Reo aku benar2 minta maaf sama kamu,tanpa sadar air mataku satu persatu jatuh dipipiku.
                 “chizu kamu kenapa?”tanya Reo khawatir.

                 “tidak apa2”aku menghapus air mataku.

                 “chizu walaupun kamu menolak cintaku,tp aku takkan membiarkanmu menangis,apalagi oleh cowok”Reo sangat perhatian sekali padaku,meski aku telah menyakiti hatinya.Aku tersenyum,tak ingin membuat Reo khawatir lagi.        “nah gitu dong,senyum!Chizu nanti siang aku ingin ngajak kamu jalan2,bolehkan?”tanya Reo,aku hanya mengangguk.”nanti aku kerumahmu”kata Reo lg,kami lalu berpisah & menuju kekelas masing2.          

***
               Aku duduk dikursi,sambil menunggu Reo datang.Tiba2 pintu rumahku diketok seseorang,pasti itu Reo!Aku langsung membukakan pintu ternyata benar.
              “silakan masuk dulu,maaf rumahku jelek!”kataku.
              “ah,tdk juga,yg penting orangnya ada”
              “tunggu yach aku ambilkan minum”
               “eh,tdk usah repot2,chizu kalau kamu sudah siap kita berangkat sekarang aja!”kata Reo,akupun setuju.Saat kami mau naik mobi,adikku Fred & Miu memanggil.
               “kak Chizu mau kemana?”tanya Miu.
               “itu adikmu?”tanya Reo,aku hanya mengangguk.Pasti mrk mau ikut nich.
                “wah mrk lucu sekali!halo,nama adik siapa?”tanya Reo ramah.
                “aku Miu”

“kalau aku Fred!”Fred tak mau kalah dr Miu

                 “kalau nama kakak Reo”

                “kak Reo mau kemana sama kak Chizu”tanya Fred & Miu.

                 “kakak mau jalan2”

                “ Miu & Fred jg ingin ikut”

                 “Jangan!”aku akhirnya bicara.Aku melotot kearah mrk,tp mrk malah merengek2.
                  “boleh,kalian boleh ikut”jawab Reo.
                  “asyik...!”Fred & Miu meloncat kegirangan,mrk langsung naik kemobil.
                  “tp,kita jalan2 ketaman aja yach!”kata Fred & Miu lagi.Reo hanya mengangguk & memutar arah mobilnya ketaman.
                  “maafkan aku yach Reo,hbs gara2 adikku kita batal jalan2 berdua”.
                  “tdk apa2,kamu jg sich tdk bilang kalau punya adik yg lucu2”kami saling tersenyum,Reo memarkir mobilnya & kamipun mulai menyusuri jalan ditaman.
                 “kak Fred mau cokelat”rengek Fred.Duh susahnya mengajak anak kecil,pikirku.”halo,Fred,Miu!”kamipun langsung menoleh kearah pemilik suara tsb.
                  “kyaaa kak Rui!”adikku langsung kegirangan melihat Rei datang.
                   “kalian ingin cokelat kan?”tanya Rei lagi,Fred & Miu langsung mengangguk.
                  “eh Chizu,siapa cowok yg disebelah itu?”Rei menunjuk Reo yg disebelahku.Aku langsung memperkenalkan Rei pada Reo.
                  “Rui,ini Reo teman sekolahku!”kataku,Wah kalau berdekatan seperti ini mrk makin tampan aja.Tapi semakin di perhatikan mereka tampak...
                   “ha...ha...ha...,hebat kamu Rei,jd selama ini nama samaran kamu itu Rui ya!”kata Reo,Rui hanya tertawa.Aku jd bingung ternyata Reo tau identitas Rei.
                  “tunggu,kalian ini bikin aku bingung aja.Sebenarnya ada hubungan apa kalian berdua ini?”
                    “kami ini sebenarnya saudara sepupu”.jawab Rei santai.
                 “ha?saudara sepupu?”jadi selama ini 2 cowok idolaku ini adalah saudara sepupu.Aku jd bangga,krn bisa sekaligus bisa mendekati 2  cowok keren ini(belum tentu cewek lain bisa seberuntung aku,misalnya mrk Cuma kenal Reo tp tdk kenal Rei,atau sebaliknya.Tapi aku malah kenal dua-duanya.Duh beruntungnya aku)aku senyum2 sendiri.
                “untuk merayakan pertemuan ini,bagaimana kalau kita makan direstoran seberang itu”Reo menunjuk sebuah restoran didepan taman bermain,kamipun menyetujui.
                 “asyik!”kata Fred & Miu kegirangan.Saat tiba direstoran Rei tiba2 berkata.
                “Reo pacaran sama Chizu yach?”aku tersedak makanan mendengar Rei berkata seperti itu,kemudian aku menggeleng diikuti Reo.
                 “sebenarnya aku suka sama Chizu,tapi Chizu menolak cintaku”kata Reo yg juga membuatku kaget.
                  “kasihan sekali,coba kalau aku yg nembak,pasti diterima”Rei mencibir.
                  “mau taruhan!” iujar Reo lagi,yg membuat bertambahku kaget.
                  “boleh”lanjut Rei bersemangat.
                  “stop,aku tak mau jadi bahan taruhan!”kataku marah.Aku ingin meninggalkan mrk tp mrk langsung mencegahku,akupun duduk kembali.
                 “sorry,loh kok marah.kami tadi itu Cuma bercanda”kata Reo.
                 “habis...!kalian serius sekali”. 
                 “iya,cuma bercanda,maklum aku & Reo udah lama gak ketemu”.
                 “oh...kirain benaran!”kataku.Kami pun tersenyum,kulihat Fred & Miu tampak lahap menyantap makanan yg ada dimeja,tiba2 Miu berseru.
                  “kak Chizu,Miu lebih suka kak Chizu sama kak Rei”aku jd terbatuk2 mendengar Miu.Rei hanya tersenyum,aku melirik Reo,tampaknya dia biasa2 aja.
                  “memangnya,Miu gak suka kalau kak Chizu sama kak Reo?”tanya Reo.
                  “kalau aku sukanya kak Chizu sama kak Reo”Fred ikut berkata,mrk tampak akrab sekali,bercanda & tertawa bersama.Tapi hanya aku yg tdk bisa tenang.
                  “diam,kalian semua!”aku membentak mrk,habis dr tadi bahan pembicaraan mrk itu adalah aku,aku jd kesal.
                 “kenapa Chizu?”tanya Rei & Reo,mereka sepertinya pura2 tidak tau.
                 “huh,pura2 tdk tau?dr tadi kalian itu ngomong apa hah?”marahku mulai mereda,aku jd sedikit bangga karena diperebutkan oleh 2 cowok keren.Akupun tersenyum,aku sebenarnya gak suka marah.Tapi bila ditunjukan kalau aku senang,jd kesannya tdk enak,seolah-olah aku benar2 suka sama keduanya(sebenarnya aku memang suka hi,hi,hi...)
                 “loh tadi marah,ini jd senyum!”komentar Rei.Aku jd diam habis ketauan.
                 “jangan2 kamu sakit Chizu?”tanya Reo.Aku cepat2 menggeleng.Tiba2 Rei berdiri didepanku meraba keningku.Aku jd kaget & langsung menghindar.
                 “kyaaa!apa-apaan kamu Rei!”kataku grogi.Aku tdk bisa menyembunyikan kegugupanku.Mungkin Rei tau,makanya setelah melihatku Rei jd tertawa.
                 “Chizu,jangan takut,aku gak ngapain kamu kok.Aku tadi cuma khawatir aja lihat kamu”terang Rei.
                 “oh...!”kataku singkat.Kupikir Rei akan berbuat sesuatu tapi ternyata Rei hanya khawatir & dia sangat perhatian sekali padaku.
                 “kak Chizu,Miu mau pulang”rengek Miu yang mengagetkan lamunanku.Aku melihat arlojiku,memang sudah waktunya kami pulang.Aku lalu mengajak Fred & Miu pulang.
                  “eh Chizu,maafkan aku yach.Aku tidak bisa mengantarkan kalian pulang,habis aku ada janji”kata Reo.
                  “tak apa2 kok,aku senang bisa makan bersama-sama dengan kalian berdua”aku coba meyakinkan Reo.
               “kalau Reo tidak bisa mengantar,gimana kalau aku yang antarkamu”tawar Rei.Aki ingin menolak tawaran Rei,dia sdh terlalu banyak menolongku,kulihat Reo jg sdh pergi.
               “Fred,Miu!mau gak kakak antar pulang?”tanya Rei,dia berkata begitu karena drtd tidak ada jawaban dr ku.Miu & Fred melompat kegirangan.Aku hanya mengalah,habis mereka anak kecil,terpaksa aku ikut naik mobil Rei.
                                                                                  ***                                             
            Siang ini tersa panas sekali,sinar matahari begitu menyengat kulit membuat orang jd malas untuk pergi kemana2,aku berkipas2 sambil menunggui toko.
             “hei Chizu,lagi ngapain?”tanya Rei dari belakang yg membuatku kaget.
              “eh Rei!”aku menoleh”lagi nungguin pembeli,kamu sendiri lagi ngapain?”aku balik bertanya.
              “aku ingin lihat kamu”
              “Rei!”aku jadi gugup.
              “ah,bercanda!aku ingin beli kue”kata Rei lagi,aku hanya mengangguk.Kemudian mangambil kue dibelakang,sebenarnya aku berharap kata2 Rei itu serius.Tapi dia hanya bercanda,walaupun dia selalu bercanda & menggodaku,aku selalu serius menanggapi kata2nya meskipun bagi Rei dia hanya main2.Mungkin inikah yg dinamakan cinta?aku jd kaget sendiri dgn pikiranku.Aku terlalu jauh memikirkan Rei”tidak Chizu,kamu tidak boleh jatuh cinta sama Rei.Rei itu seorang artis sedangkan kamu sendiri siapa?”batinku mencoba mengingatkanku.yach benar  aku tidak boleh jatuh cinta,apalagi kalau Rei tidak mencintaiku,aku hanya akan patah hati.Aku sudah bertekad untuk tidak mencintai siapa2,termasuk Reo yg sudah menembakku.Tapiii...bolehkah aku bermimpi sejenak?& apa salahnya bila aku mencintai seorang artis?aku bertanya2 dalam hati.  
              “Chizu?”tiba2 Rei mengagetkanku untuk yg kedua kalinya.
              “ya?”jawabku singkat.
              “aku pesan kue Black Forrest,bukan pesan burger”ralat Rei.Aku melihat kebungkusan kue tersebut.Ya ampun!ternyata Rei benar,aku jd sangat malu.
              “maaf  Rei”aku nyengir kearah Rei,duh malunya aku pikirku.
              “kamu lagi ngelamunin apa sich?”tanya Rei penasaran.
              “gak ada yg dilamunin kok”kilahku.
              “Chizu aku ada urusan sebentar,aku pergi dulu yach”Rei cepat2 pergi meninggalkanku.
              “tunggu dulu Rei,kuenya mau diapain?”tanyaku,Rei langsung memberikan kartu namanya padaku.
              “nich,aku kasih alamatku,kuenya antar saja kerumahku nanti sore”.setelah menjelaskan Rei langsung pergi.Aku melihat kartu namanya,ternyata Rei tinggal di apartemen.Tepat pukul 04.30,aku pamit kepada bosku untuk mengantarkan pesanan Rei sekalian pulang kerumah.Aku berhenti tepat didepan lobi apartemen,aku melihat lagi kartu nama Rei.Apartemen Rei terletak di lantai 5 no 242,wah tinggi sekali pikirku.Tanpa menunggu waktu lagi,aku langsung naik elevator menuju kamar Rei.Apakah Rei ada dirumah?mungkin dia lagi syuting pikirku.Tidak berapa lama elevator berhenti,akupun keluar.Aku mulai mencari nomor kamar Rei.Setelah menyusuri satu persatu kamar,akhirnya aku menemukan kamarnya.Aku mengetuk pintu,tetapi tidak ada jawaban.Kuketuk sekali lag,masih tidak ada jawaban.Tiba2 tanpa sengaja,aku membuka pintu ternyata tidak dikunci,aku memanggil Rei.
               “Rei?kamu ada didalam kan?boleh aku masuk?”aku langsung masuk tanpa disuruh Rei.Ketika aku sudah didalam,aku melihat pintu kamar terbuka,mungkin Rei ada disana.Aku terkejut saat melihat Rei,dia sangat pucat sekali & terbaring lemah di atas ranjang.
               “Rei kamu kenapa?”kataku cemas,aku mendekati Rei.Saat kuraba keningnya panas sekali.
               “Rei kamu sakit,badanmu panas sekali”aku menatap Rei.”Rei,aku panggilkan dokter,tunggu disini yach!”aku beranjak dr tempat tidur,tetapi dia menahan tanganku.
              “tidak usah Chizu,udah biasa sakit kayak gini”kata Rei lemah.
               “apa?udah biasa?”kataku marah,Rei hanya mengangguk.
               “tidak bisa Rei,kamu harus diobati,nanti sakitmu tambah parah!”kataku mendekati Rei & berdiri didepannya.
               “Chizu!aku tidak apa2,malah aku pernah sakit yg panasnya lebih tinggi dr ini”kata Rei.
               “ha?”aku kaget & hanya bisa geleng2 kepala.
               “oke,kalau kamu gak mau aku panggilin dokter!tp izinkan aku untuk merawatmu”kataku bersungguh2.Rei hanya tersenyum,aku mulai mengambil baskom & mengisinya dgn air hangat.Kemudian aku mengambil handuk kecil & mengompreskannya kekening Rei.Aku pamit sebentar untuk membeli obat diapotik,selang beberapa menit aku telah kembali kekamar Rei.Aku menyuruhnya meminum obat,ketika aku melihat jam weker dikamar Rei,ternyata telah menunjukkan pukul 19.00 wib.Aku pun pulang,sebelum pergi aku mengingatkan Rei agar jangan terlalu banyak bergerak nanti sakitnya tambah parah.
            “ingat Rei!kamu hrs sembuh besok,terus kuenya dimakan yach.!”
            Rei hanya mengangguk,aku menutup pintu kamar Rei & pulang kerumah.Saat tiba dirumah,ibu bertanya kepadaku.Ibu sangat khawatir sekali karena aku pulang terlambat.Terpaksa aku bohong kepada ibu,aku mengatakan kalau aku pergi ke rumah Nanami untuk belajar bersama.Aku merasa bersalah kepada ibu karena telah berbohong.Saat ibuku sedang menidurkan Miu & Fred,aku mendekatinya.Aku mengatakan kalau diriku telah berbohong,sebenarnya aku tidak pergi kerumah Nanami melainkan kerumah Rei.Aku menceritakan kalau Rui itu adalah Rei Maatsura seorang artis dan sekarang ia sedang sakit.Ibu hanya tersenyum & merasa senang karena aku telah berkata jujur.Akupun meminta maaf kepada beliau,dengan ikhlas ibupun memaafkanku.Tanpa sadar aku menangis,aku bangga kepada ibu.Ibu selalu memaafkanku tidak peduli berapa besar kesalahanku & beliau pun selalu ada disaat aku membutuhkannya serta selalu menghiburku disaat aku bersedih.Ibu adalah seorang wanita yang tegar,ia membesarkan kami seorang diri & selalu menjaga kami.Diam2 dalam hatiku aku bertekad ingin menjadi seperti ibu.Setelah hatiku lega,aku pergi kekamar.Aku menerawang jauh memikirkan Rei.Apakah dia baik2 saja saat aku pulang kerumah.
                                                                                         ***
           Aku pergi keapartemen Rei,saat pulang sekolah.Aku masih mengkhawatirkan Rei.Tidak lupa aku membeli kue,mungkin Rei belum makan dari tadi.Aku memanggil Rei,kali ini ada jawaban.Ternyata Rei tidak pergi kemana-mana.
            “Rei udah sehat?nich aku bawain kamu kue”aku meletakkan kue diatas meja.
            “wah kebetulan nich aku lagi lapar”kata Rei senang.Aku tersenyum memperhatikan Rei saat makan,dia sangat lucu kalau lagi makan.
            “Chizu makasih yach yang kemarin,kalau gak ada kamu mungkin aku belum sehat seperti sekarang ini” lanjut Rei,aku hanya mengangguk.”dan tentunya aku bisa makan kue bawaanmu”kata Rei lagi.
             “Rei,kamu bisa-bisanya godain aku!padahal kamu sendiri belum sehat benar” 
             “iya,iya!Chizu aku sangat berterima kasih padamu,baru pertama kali ini aku diperhatikan oleh seseorang”aku kaget mendengarnya.
              “memangnya kamu selama ini tidak diperhatikan oleh seseorang?kamu kan artis,masak tak ada yg memperhatikan,bukankah kamu bganyak fansnya?ha,ha,ha...”kataku tertawa,mencoba menghiburnya.Aku berpikir mungkin kali ini Rei bercanda lagi.Tapi, dugaanku meleset.
               “maksudku,diperhatikan itu sama dengan peduli tauuuu!”kata Rei menjitak kepalaku,aku hanya meringis.
                “oh...kirain kamu bercanda lagi,terus orang tuamu gimana?manajermu  juga!”kataku.Tiba2 Rei terdiam,dia memandang lurus kedepan.
               “orang tuaku selalu sibuk,papa diluar negeri sedangkan mama sibuk dengan urusannya sendiri,mereka nyaris gak punya waktu untukku.Makanya aku pergi dari rumah,dan tinggal diapartemen sendirian!”terang Rei.Aku merasa bersalah telah menyinggung perasaannya.
           “Rei,maafkan aku yach,aku gak sengaja nyinggung perasaan mu!”
           “tidak apa2 Chizu,kamu tidak salah kok”terang Rei sambil tersenyum manis,lalu melanjutkan perkataannya.
            “untuk menghilangkan rasa sepi,aku ikut casting iklan.Dari iklan itulah,aku ditarik main film dan kemudian aku berkenalan dengan manager Lee.Film pertama yang aku bintangi adalah Arti Sebuah Mimpi,dari film inilah aku mulai dikenal banyak orang”jelas Rei.Aku tau difilm ini Rei jadi pemeran utamanya & difilm inilah aku mulai ngefans berat sama Rei.
           “tapi kehidupanku sebagai artis selalu dikekang!Aku selalu syuting dari pagi sampai malam,sampai2 aku tak punya waktu luang untuk beristirahat & pergi jalan2.Managerku hanya tau uang,diapun tidak memperdulikanku,meski aku punya uang banyak dari hasil jerih payahku sendiri,aku ingin bebas & diperdulikan oleh orang”Rei sangat terpukul sekali.Sekarang aku tau Rei,dia sangat tersiksa sekali,aku jadi iba melihatnya.
           “Rei,ternyata jadi artis itu gak enak yach!” 
            “tidak Chizu,enak kok!ada suka dukanya juga,sukanya bila kita dipuja2 oleh banyak orang yg ngefans sama kita,tapi dukanya juga banyak,yach...salah satunya yg kuceritakan tadi itu”jelas Rei.Aku mengangguk.sekarang aku mengerti sedikit tentang kehidupan artis.Disisi lain aku juga tau kehidupan pribadi Rei.
           “Chizu!sejak bertemu denganmu aku jadi merasa ada yang memperdulikanku”aku jadi terharu mendengarnya,ternyata aku begitu penting bagi Rei.
            “eh,Rei aku pulang dulu yach udah siang nich”kataku pamit padanya.
            “yach udah,aku antar pulang”lanjut Rei.
            “ja...jangan Rei,kamu kan masih sakit,biar aku pulang sendirian”
            “gak apa2 kok!ayo cepatan”Rei menarik tanganku keluar apartemen.Saat mau masuk pintu elevator,kami melihat Reo keluar,diapun melihat kami,tampaknya dia terkejut.
            “Chizu?Rei?kalian lagi ngapain?”tanya Reo.
            “Reo?”kataku kaget.
            “kamu sendiri juga ngapain Reo?”Rei balik bertanya.
            “aku...!!ya aku lagi ingin kerumahmu Rei,tapi Chizu tidak mungkin tau rumahmu kan Rei”kata Reo
            “Chizu tau dari aku sendiri”terang Rei.
            “terus...mana mungkin kan seorang cewek pergi sendirian kerumah cowok yg baru kenal 3 bulan yg lalu tanpa ada ikatan kan?”Reo tampak sangat marah sekali. 
            “itu karena...!”
            “ya aku tau!Tak kusangka kalian berdua ada main dibelakangku”Reo memotong ucapanku,aku jadi ngeri melihat Reo marah.
           “oh...kalian berdua coba membela diri!terus terang aja dech,Chizu selama ini kukenal ternyata cewek seperti ini”Reo sangat marah.dia meninggalkan kami.Kami pun mengejarnya,tapi Reo sudah keburu naik kemobil dan berlalu.Aku jadi panik,Reo salah sangka terhadap kami berdua.
            “gimana nich Rei,Reo sudah salah sangka,manalagi Reo udah menganggap cewek yang gak benar”kataku langsung lemas.
            “Chizu kamu tenang aja,dia pasti akan mengerti”tegas Reo meyakinkanku.
            “Tapi,ayah Reo pemilik sekolah kami,bila Reo melaporkan kepada kepala sekolah,pasti aku akan di DO dari sekolah itu”aku sangat khawatir sekali.
            “Chziu,bila kita benar kenapa kita mesti takut?lagian ayah Reo adalah pamanku,biar aku menjelaskan semua ini”Rei kembali meyakinkanku.Aku hanya mengangguk,kemudian aku pulang diantar Rei.
                                                                                         ***
             Pagi ini aku datang kesekolah lebih awal,aku langsung pergi kekelas Reo & mencoba menjelaskan kejadian kemarin.Kali ini aku berharap semoga Reo mau mendengarnya,aku melihat Reo masuk kekelas.
         “Reo tunggu!”kataku sambil mendekati Reo,tampaknya Reo masih sangat marah.
          “mau apalagi?atau mau menjadikan aku korban yang kedua?”bentak Reo,mendengar Reo berkata seperti itu aku jadi mengurungkan niat untuk menjelaskan lebih lanjut.
         “Reo,sebegitukah kamu menilaiku?apakah aku lebih jahat dari ini?”tanyaku dari Reo.Aku pergi meninggalkan Reo sambil menangis.Aku jadi sedih,tak kusangka Reo berubah begitu cepat & melontarkan kata2 kasar kepadaku.Siang ini kupaksakan juga untuk bekerja.Ibuku heran melihatku,tapi aku bilang baik2 saja.Rei datang ketoko & ingin bicara kepadaku.
           “Chizu gimana?apa kamu berhasil meyakinkan Reo?”tanya Rei.
            “tidak Rei,malah Reo bilang kalau aku akan menjadiakan  dia korban yang kedua setelah kamu”kataku sambil menangis.
           “keterlaluan Reo,dia benar2 jahat!! Awas nanti,akan kuberi dia pelajaran gimana rasanya difitnah”Rei mengeram marah,dia pergi meninggalkanku. 
           “Rei mau kemana?”tanyaku khawatir
            “mau keapartemen!”jawab Rei singkat.Tapi aku punya firasat yang gak enak.Selang beberapa menit perginya Rei,seorang cowok tak dikenal,datang berlari2 kearahku.
            “maaf mbak,apa mbak yang namanya Chizu?”
            “ya,memang benar!ada apa yach?”tanyaku.
            “itu,Rei Matsura lagi berkelahi sama seorang cowok,mereka lagi nyebutin nama mbak dari tadi”jelas cowok itu.
           “apa?”kataku kaget,jangan2 Rei lagi berkelahi sama Reo gara2 aku.
            “terus mereka sekarang ada dimana?”kataku mulai panik.
            “mereka lagi ditaman bermain”
            “makasih yach atas impormasinya”kataku,aku langsung menuju taman bermain.Ternyata benar disana sudah ada Rei & Reo lagi bertengkar.Reo meninju Rei,tetapi Rei tidak melawan,aku coba menghentikan mereka.Tapi mereka tidak menggubrisku.
            “hentikannnn!!!”teriakku sekuat tenaga,akhirnya mereka berdua berhenti.Aku menolong Rei,Reo coba meninju lagi,tapi langsung ditangkis oleh Rei.
             “Rei kenapa kamu diam aja dipukuli oleh Reo?”aku kasihan melihat Rei.
              “tidak apa2 Chizu!”kata Rei,aku marah kepada Reo.
              “Reo,kamu tega memukuli sepupumu sendiri?sebenarnya apa maumu?apa hakmu melarang aku dekat dgn Rei?”kataku,aku mulai menangis.
              “apa?”tiba2 Reo menamparku.Aku jadi pingsan,pipiku rasanya dibakar,sakit sekali rasanya.
              “Chizu!”Rei menangkapku yang hampir terjatuh.
             “Reo,kamu sadis sekali!!!sebenarnya sore kemarin Chizu datang kerumahku untuk mengantarkan pesananku,tapi aku sakit kemudian dia merawatku”terang Rei,Rei menggendongku & meninggalkan Reo sendirian.Rei membawaku keapartemennya.Akhirnya aku sadarjuga,kulihat Reo tidak ada diapartemen.
              “Rei,gimana soal tadi?”tanyaku.
              “sudah beres,mungkin Reo sekarang lagi menyesali perbuatannya,aku telah mengatakan yang sebenarnya”jelas Rei.Tiba2 Reo sudah berdiri didepan pintu kamar Rei.
              “Rei!boleh aku bicara dgn Chizumi 4 mata?”kata Reo.
              “tapi kamu harus janji,gak ngapa2in Chizu”kata Rei.
              “ya aku janji”jawab Reo,Rei mulai meninggalkan kami berdua.
              “Chizu,maafkan aku yach,aku memang salah”kata Reo mendekatiku.
         “aku telah memaafkanmu”kataku tersenyum kepada Reo.
         “Chizu apa kamu cinta sama Rei?”kata Reo.Aku kaget mendengarnya,ternyata Reo tau kalau aku mencintai Rei.
          “iiiya!aku cinta sama Rei”kataku gugup.
          “Chizu raihlah cintamu walaupun banyak rintangannya.Sekarang aku sadar,percuma saja mencinta orang yang tidak mencintai kita”aku jadi terharu mendengar ucapan Reo.
          “sebenarnya aku cemburu melihat kamu dgn Rei,tapi aku mengalah demi kebahagian kamu dan sepupuku Rei”kata Reo tegas.
          “Reo kamu baik sekali”aku semakin menangis,Rei masuk kekamar.Ketika melihatku menangis,Rei mulai marah.Tapi langsung ditahan oleh Reo.
           “jangan marah dulu Rei,aku ingin mengatakan kalau Chizu sebenarnya mencintai kamu”
           “Reo...!”aku kaget sekali.Aku tak menyangka kalau Reo akan ngomong begitu.Aku hanya diam,mungkin Rei menyangka kaloitu Cuma bercanda.Aku menatap Rei,kulihat dimatanya tak ada tanda2 kalo dia ada perasaan sama aku,yang ada hanyalah kehampaan & kebekuan.Rei membalas tatapanku,aku jadi tergagap,spontan aku mengalihkan perhatianku pandanganku kelain. 
         “Rei apa jawabanmu?”tanya Reo tiba2,dia melihat kami sama2 diam.
         “jawaban apa?”Rei balik bertanya,Reo jadi kesal melihat Rei.
         “aduh Rei...lihat kamu kayak gini aku jadi pingin ninju kamu tau!Dengar baik2 yach Rei,sebenarnya Chizu itu...!!!”Aku langsung menutup mulut Reo.Aku tidak ingin Reo mengatakannya lagi.Toh,Rei tidak mendengarkan kata Reo tadi.Padahal Reo berkata sangat keras sekali, tidak mungkin Rei tak mendengarkannya.Jadi tidak ada gunanya ngomong lagi,aku menggelengkan kepala pada Reo.
         “Sudahlah Reo,gak ada siaran ulang”kataku,Reo ingin berkata lagi tapi langsung aku cegah.Kali ini Reo benar2 kesal tidak mengerti.Aku cepat2 berkata,takut kalo Reo ngomong yg tidak2.
         “eh Reo,udah sore kita pulang yuk!!!”aku menarik tangan Reo keluar yang sedari tadi bingung lihat tingkahku yang aneh.Ketika keluar dari apartemen,Reo menarik tanganku saat aku ingin cepat2 melangkah pergi.
         “Chizu,kamu kenapa...!”
         “aduh,sorry yach Reo!aku ingin cepat2 pulang”kataku memohon pada Reo.Dia hanya garuk2 kepala tetapi akhirnya dia menganggukkan kepalanya.Aku berlari meninggalkan Reo & menuju kerumah.Aku menghempaskan tubuhku dikasur,masih teringat jelas saat Reo berkata pada Rei tadi sore.Apakah benar Rei tidak mendengarkan?atau dia mendengarnya tapi tidak suka sama aku?saat mengingat kejadian itu,hatiku jadi sedih sekali.Aki ingin rasanya pergi jauh meninggalkan orang2 yang aku sayangi,meninggalkan Rei.Tanpa kusadari air mataku jatuh dikedua belah pipiku.Kenapa aku harus mengenal & jatuh cinta sama Rei?kenapa?aku bertanya2 pada diriku sendiri.Aku mencoba mencari jawabannya tetapi tidak ada jawabannya,malah kepalaku tambah pusing.Aku tersentak kaget saat adikku Miu & Fred sudah berdiri didepanku,aku cepat2 menghapus air mataku. 
         “kak Chizu kenapa menangis?”tanya Miu.Aku hanya menggelengkan kepala,meskipun dijelaskan mereka tidak akan mengerti.
         “kak Chizu nangis gara2 gak bisa beliin kami cokelat yach?”kata Fred.Aku tertawa saat mendengarnya,tapi ada untungnya juga Fred berkata begitu.Aku pura2 sedih (tapi memang sedih kok)agar mereka percaya sama aku.
         “iya,dek kamu bener!uang kakak udah habis,jadi gak bisa beliin kalian cokelat.Maafin kakak yach!”kataku memelas kepada mereka.Fred & Miu saling berpandangan kemudian mereka mengangguk.Aku senang sekali,aku merangkul kedua adikku.
         “tapi kak Chizu,kakak harus janji sama kami uangnya gak boleh habis agar bisa beliin kami cokelat yang banyaaaak sekali”kata Miu.Aku tersenyum mendengarnya.Akupun memberi isyarat pakai jari kelingking tanda berjanji yang kemudian dibalas oleh Fred & Miu.
          “eh,kakak udah laper,makan yuk!”ajakku pada kedua adikku.Kemudian kami beriringan menuju meja makan yang disana sudah menunggu ibu.
                                                                                         ***     
            Siang cuaca sangat buruk sekali,hujan terus mengguyur dari pagi sampai siang ini.Membuat orang malas untuk pergi kemana2.Aku tetap bekerja.Saat lagi melayani pembeli,aku dipanggil oleh bosku.Dia ingin mengantarkan kue pesanan orang tersebut tetapi tidak tau alamatnya.Aku menanyakan nama sipemesan,ternyata namanya Rei Matsura.Aku bersedia mengantarkan kue pesanan tersebut,aku mengambil payung dan berpamitan kepada bosku.Sebenarnya aku malas mengantarkan pesanan tersebut,malas ketemu dengan Rei habis sepertinya dia tak perduli denganku.Tapi ini sudah tugas terpaksa aku mengantarkan juga.Aku mengetuk pintu,tetapi aku mendengar suara Reo.Ngapain Reo diapartemen Rei.
         “Rei,jujur aja yach!kemarin sore sebenarnya kamu dengar kan omonganku kan?”aku mendengar Reo bertanya pada Rei.Apa maksud Reo?aku tidak bisa melihat Rei mengangguk atau menggelengkan kepalanya,karena terhalang oleh pintu.
         “Reo,aku tau Chizu cinta sama aku!tapi...apa gak apa2.Ya kau tau sendiri aku ini siapa?sedangkan Chizu juga siapa?Aku takut akan mengecewakannya nanti”terang Rei,Reo memandang Rei tanpa berkedip sedikit pun,ia mengambil minuman kaleng yang ada disebelahnya kemudian meneguknya hingga habis.
          “Rei kalau kamu selalu berfikir seperti ini,aku yakin kau pasti tidak punya cewek,sebenarnya kamu itu sayang gak sama Chizu?”mendengar Reo berkata seperti itu Rei hanya diam,tak ada reasi apapun darinya.Rei menghela  nafas dalam.Disandarkan badannya di sofa tempat dia duduk sambil memejamkan mata.Aku terjatuh saat mendengar kata2 Reo,saat ingin bangun,kakiku terkait keset & kepalaku terbentur dengan pintu.Reo & Rei yang ada didalam pun menjadi kaget.Adu sakit,aku memegang kepalaku sambil bersandar dipintu.Tiba2 pintu dibuka oleh Rei membuat aku jatuh untuk yang kedua kalinya.Kyaaaaa teriakku,”Chizu?”Rei kaget melihat tiba2 ada aku didepan pintu.” Ngapain didepan pintu?mau nguntit omongan orang yach?”tanya Rei.Ia mengulurkan tangannya kepadaku,membantuku berdiri.
         “Eng...enggak kok!Aku hanya mengantarkan kue pesanan ini”aku menjawab pertanyaan Rei.Rei mengambil kue ditanganku kemudian meletakkannya dimeja dekat Reo duduk.Aku membalikkan badanku & melangkah pergi.
        “Chizu,makasih yach!oh yach,gak duduk dulu?”tanya Rei,aku menoleh kepada Rei & menggeleng kemudian aku pergi.Saat ingin naik elevator,kulihat ada Rei yang berlari kearahku.Aku mengurungkan niat untuk naik.”Ada apa Rei?”tanyaku saat Rei sudah berada didepanku.Rei menundukkan kepala & mengirup udara segar,tangannya memegang pintu elevator karena aku sudah berada didalam.Rei menarik aku keluar dari elevator.
        “Rei ada apalagi?”tanyaku.Rei tersenyum melihat aku cemberut.
         “sorry,jangan cemberut gitu donk!aku cuma ingin mengatakan sesuatu”terang Rei.
        “apa itu?”
         “Chizu,jujur aja yach!kamu tadi dengerkan pembicaraan kami kan?”aku terdiam saat Rei berkata begitu.Aku jadi ragu menjawab pertanyaan Rei.Akhirnya aku menganggukkan kepala,aku jadi gugup memandang Rei.
         “maaf,ya Rei aku nguping pembicaraan kalian tadi”kataku.Kulihat Rei hanya diam,apakah Rei marah sama aku? Pikirku.
        “Rei,kamu marah yach sama aku?”tanyaku,entah kenapa aku jadi takut kehilangan Rei.Rei menggelengkan kepalanya,aku lega melihat Rei ternyata tidak marah sama aku.
        “Chizu,berkat Reo,aku jadi sadar,mungkin selama ini kamu berfikir kalo aku gak cinta sama kamu”Rei akhirnya berkata.Aku membenarkan perkataan Rei.
         “Chizu,aku sangat sayang sama kamu,sekarang aku mengerti kenapa takut menghadapi persaan yang besar ini”kata Rei lagi.
         “aku gak ngerti maksud kamu Rei”kataku,(sebenarnya aku mengerti yang dikatakan oleh Rei,tapi aku kurang yakin.Jangan2 dia mau mempermainkan aku lagi).Rei memegang tanganku sambil berkata...
          “Chizu,apakah kamu mau jadi pacarku?”
Aku langsung terkejut & melepaskan tanganku.Apakah aku mimpi?kutatap Rei,dia hanya memandangku dengan serius.
          “Rei,kamu gak sakit kan?”kataku,Rei hanya tersenyum.
          “Chizu,aku serius,maukan jadi pacarku?”ujar Rei meyakinkanku.
          “ya aku mau jadi pacarmu”akhirnya aku menjawab.Rei tersenyum girang & tiba2 saja langsung memelukku.
          “Rei entar ada yang lihat kita”kataku kaget,Rei melepaskan pelukannya.
          “sorry habis senang sich,tapi memang gak ada yang lihat kita kok”Rei Cuma cengar cengir,aku Cuma tersenyum melihat Rei salah tingkah begitu.
           “ehm...!ada yang lagi senang kayaknya nich”tiba2 Reo mengagetkan kami dari belakang.
           “eh Reo!kami...”
           “pacaran kan...?”ujar Reo memotong kata2 Rei,kami hanya mengangguk.
           “selamat yach,semoga bahagia”Reo langsung menjabat tangan Rei.
            “makasih yach!eh Reo mau kemana?”tanya Rei.
             “oh...aku mau pulang!oh yach Chizu aku punya kenalan seorang potografer,dia lagi mencari seorang model.Mau gak jadi modelnya?”
            “Reo,aku gak pernah jadi seorang model,bagaimana bisa aku jadi modelnya?’
             “mudah kok,kamu kan cocok jadi seorang model!yang penting kamu mau gak jadi modelnya?”
    Aku memandang Rei meminta persetujuannya.Rei hanya mengangguk,aku jadi bingung diterima apa gak yach tawarannya,sedangkan aku belum berpengalaman jadi model.
           “ya,aku terima”jawabku,Reo & Rei senang.
            “Chizu,kamu gak usah bingung.nanti aku ajarin kamu bagaimana caranya jadi model”kata Rei.
            “nah gitu donk,Rei artis & Chizu seorang model,kalian sangat cocok”ujar Reo berkomentar.
           “Reo bisa aja”kataku.
            “eh,udah dulu yach!aku mau pulang nich”Reo mengakhiri pembicaraannya dengan kami,aku memperhatikan Reo hingga tidak terlihat lagi.
           “Rei,kamu gak ragu lagi kan jadi pacarku?”aku menggoda Rei,Rei pun tersenyum kemudian Rei menggandeng tanganku.
             “Chizu,kamu jadi model atau tidak,kamu tetap jadi pacarku kok!aku antar pulang yach!”aku hanya mengangguk,kami berjalan beriringan sambil bergandengan tangan,sampai tidak terpisahkan lagi.
                                                       
                                                 
                                                         *TAMAT*